Romy Soekarno: Single Identity Number Bukan Sekadar Nomor, Negara Harus Punya Kapasitas yang Jelas

Legislator Fraksi PDI Perjuangan tersebut mengusulkan penerapan prinsip central identity, distributed data, dan controlled access.
Sabtu, 26 September 2026 16:01 WIB Jurnalis - Ananda Okctaviani

Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi II DPR RI, Romy Soekarno, menekankan pentingnya kesiapan infrastruktur, arsitektur data, dan akuntabilitas dalam penerapan Single Identity Number (SIN). Menurutnya, SIN tidak boleh hanya dipahami sebagai penambahan nomor identitas, tetapi harus didukung infrastruktur yang matang, mulai dari data center, storage, network, hingga cybersecurity.

Single Identity Number bukan sekadar nomor. Di baliknya adadata center, storage, network,dancy bersecurity. Negara harus punya kapasitas yang jelas, kata Romy, dikutip Sabtu (26/9/2026).

Legislator Fraksi PDI Perjuangan tersebut mengusulkan penerapan prinsip central identity, distributed data, dan controlled access. Menurutnya, identitas dapat bersifat tunggal di pusat, sementara data sektoral seperti kesehatan, perpajakan, pendidikan, dan sektor lainnya tetap berada di domain masing-masing kementerian/lembaga.

Ia menekankan, akses terhadap data tersebut harus berbasis kewenangan dan memiliki tujuan yang jelas. Setiap akses juga perlu tercatat dalam log sehingga dapat dipertanggungjawabkan.

Dapil Jatim VI tersebut juga menyoroti aspek akuntabilitas dalam pengelolaan data. Ia mempertanyakan pihak yang harus bertanggung jawab apabila terjadi kebocoran data sekaligus menekankan pentingnya hak masyarakat untuk mengetahui, mengakses, memperbaiki, dan melindungi data pribadinya.

Baca juga :