Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Sadarestuwati, menyoroti klaim Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman terkait capaian swasembada dan ketahanan pangan nasional, khususnya komoditas beras.
Ia mempertanyakan validitas data cadangan beras yang disebut mencapai 4,59 juta ton atau tertinggi dalam sejarah.
Beberapa waktu yang lalu, Pak Menteri juga sampaikan bahwa akan masuk beras impor dari Amerika, bahwa itu adalah beras kategori khusus. Kemudian juga ada berita bagus, kita akan ekspor beras ke Saudi. Ini juga saya mohon untuk bisa diberikan penjelasan, tutur Sadarestuwati dalam rapat di Gedung Parlemen, dikutip Kamis (9/4/2026).
Ia menekankan pentingnya transparansi data yang akurat dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan. Menurutnya, data riil terkait stok beras harus dibuka secara jelas kepada publik, terlebih ketika pemerintah menyebut cadangan beras cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga 11 bulan ke depan.
Sorotan tersebut muncul seiring adanya sejumlah kebijakan yang dinilai tidak selaras dengan klaim kecukupan stok, seperti rencana impor beras di tengah narasi surplus, serta kebijakan ekspor ke negara lain. Hal ini, menurut Sadarestuwati, menimbulkan kebingungan atau gamang dalam memahami arah kebijakan pangan nasional.