Sarifah Ainun Jariyah: Penutupan Selat Hormuz Akibat Konflik Iran-AS-Israel, Ujian Nyata Ketahanan Nasional

Ketergantungan Indonesia pada impor minyak dan LPG membuat kita sangat rentan terhadap gejolak geopolitik.
Kamis, 05 Maret 2026 22:01 WIB Jurnalis - Effatha Gloria V.G. Tamburian

Jakarta, Gesuri.id -Anggota Komisi I DPR RI, Sarifah Ainun Jariyah, menilai potensi penutupan Selat Hormuz akibat konflik Iran, Amerika Serikat, dan Israel menjadi ujian serius bagi ketahanan nasional Indonesia. Ia mengingatkan, sebagai negara yang masih bergantung pada impor minyak dan LPG, Indonesia sangat rentan terhadap gejolak geopolitik global.

Selat Hormuz adalah ujian nyata bagi keseriusan pemerintah dalam menjaga ketahanan nasional. Ketergantungan Indonesia pada impor minyak dan LPG membuat kita sangat rentan terhadap gejolak geopolitik, ujar Sarifah dikutip Kamis (5/3).

Selat Hormuz merupakan jalur laut sempit yang menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman dan Laut Arab. Jalur ini menjadi salah satu rute perdagangan energi paling strategis di dunia, dengan sekitar 20 persen minyak mentah global dan 25 persen ekspor gas alam cair (LNG) melintas di wilayah tersebut. Dalam beberapa hari terakhir, konflik antara Iran, AS, dan Israel memicu gangguan pengiriman minyak, membuat banyak kapal tanker tertahan dan harga minyak dunia melonjak tajam.

Jika harga minyak melonjak tajam akibat gangguan jalur tersebut, dampaknya rakyat Indonesia akan langsung merasakannya melalui kenaikan harga BBM hingga kenaikan harga pangan, kata Legislator PDI Perjuangan tersebut.

Sarifah menekankan bahwa lonjakan harga minyak mentah duniayang disebut telah menembus kisaran US$80-100 per barelberpotensi menekan harga BBM dan LPG dalam negeri. Kondisi ini dapat menyebabkan subsidi energi membengkak dan membebani APBN apabila pemerintah menahan harga agar tidak naik.

Baca juga :