Siswa SD Tewas Akibat Perundungan, DPR: Sekolah Harus Aman, Sistem Mencegah Harus Bekerja!

Korban sempat menjalani perawatan intensif selama sembilan hari di rumah sakit sebelum akhirnya mengembuskan napas terakhir.  
Selasa, 06 Oktober 2026 09:30 WIB Jurnalis - Heru Guntoro

​Jakarta, Gesuri.id Kasus perundungan yang menimpa MH, siswa kelas 2 Sekolah Dasar (SD) di Pemalang, Jawa Tengah, hingga meninggal dunia harus menjadi alarm keras bagi seluruh sistem perlindungan anak di Indonesia.

Korban sempat menjalani perawatan intensif selama sembilan hari di rumah sakit sebelum akhirnya mengembuskan napas terakhir.

​Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Ina Ammania, menegaskan bahwa tragedi ini tidak boleh dipandang sekadar sebagai masalah antaranak. Kasus tersebut menjadi bukti nyata perlunya evaluasi total terhadap sistem pencegahan dan perlindungan anak.

Baca:Mengenal Sosok Ganjar Pranowo. Keluarga, Tempat Bersandar

​Negara jangan hanya hadir setelah anak menjadi korban. Jika kekerasan baru ditangani setelah anak terluka parah atau meninggal dunia, artinya sistem perlindungan kita telah terlambat, ujar Ina di Jakarta, Senin (5/10).

Baca juga :