Ikuti Kami

Siswa SD Tewas Akibat Perundungan, DPR: Sekolah Harus Aman, Sistem Mencegah Harus Bekerja!

Korban sempat menjalani perawatan intensif selama sembilan hari di rumah sakit sebelum akhirnya mengembuskan napas terakhir.  

Siswa SD Tewas Akibat Perundungan, DPR: Sekolah Harus Aman, Sistem Mencegah Harus Bekerja!
​Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Ina Ammania.

​Jakarta, Gesuri.id — Kasus perundungan yang menimpa MH, siswa kelas 2 Sekolah Dasar (SD) di Pemalang, Jawa Tengah, hingga meninggal dunia harus menjadi alarm keras bagi seluruh sistem perlindungan anak di Indonesia. 

Korban sempat menjalani perawatan intensif selama sembilan hari di rumah sakit sebelum akhirnya mengembuskan napas terakhir.  

​Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Ina Ammania, menegaskan bahwa tragedi ini tidak boleh dipandang sekadar sebagai masalah antaranak. Kasus tersebut menjadi bukti nyata perlunya evaluasi total terhadap sistem pencegahan dan perlindungan anak.  

Baca: Mengenal Sosok Ganjar Pranowo. Keluarga, Tempat Bersandar

​“Negara jangan hanya hadir setelah anak menjadi korban. Jika kekerasan baru ditangani setelah anak terluka parah atau meninggal dunia, artinya sistem perlindungan kita telah terlambat,” ujar Ina di Jakarta, Senin (5/10).  

​Ina meminta penegakan hukum atas dugaan perundungan ini dilakukan secara cepat, akurat, dan profesional. Namun, ia menekankan bahwa proses hukum saja tidak cukup. Pemerintah wajib memastikan keluarga korban memperoleh pendampingan sosial dan psikologis, serta melakukan asesmen terhadap anak-anak yang terlibat maupun yang menjadi saksi.  

​“Jangan hanya mencari siapa yang salah, tetapi evaluasi mengapa sistem gagal mencegahnya. Pertanyaan terbesarnya adalah: mengapa tanda-tanda kekerasan tidak terdeteksi lebih awal?” tegasnya.  

​Ia mendesak Kementerian Sosial (Kemensos), Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA), serta pemerintah daerah untuk mengoptimalkan peran UPTD PPA, pekerja sosial, dan tenaga psikologis di lapangan.  

Baca: Perjalanan Hidup Ganjar Pranowo Lengkap dengan Rekam Jejak

​Lebih lanjut, Ina menegaskan pentingnya sekolah sebagai ruang yang aman dan bebas dari rasa takut. Sistem pelaporan dan deteksi dini kekerasan di lingkungan sekolah harus dibuat mudah dan responsif bagi anak, orang tua, maupun guru.  

​“Sekolah harus menjadi tempat anak tumbuh, belajar, dan merasa aman. Sekolah bukan tempat anak belajar takut. Setiap tanda perundungan harus direspon serius sebelum berkembang menjadi kekerasan fatal,” tutur Ina.  

​Mengakhiri pernyataannya, Ina mengingatkan bahwa indikator keberhasilan negara bukanlah seberapa banyak kasus kekerasan yang ditangani setelah timbul korban, melainkan seberapa efektif pencegahan dilakukan agar tidak timbul korban berikutnya.  

​“Satu anak meninggal sudah terlalu banyak. Jangan sampai tragedi ini berlalu begitu saja sebagai berita harian. Negara harus belajar, memperbaiki sistem, dan memastikan tidak ada lagi anak yang menjadi korban,” pungkasnya.

Quote