Soroti Dominasi Branding InJourney di Bandara Juanda, Irine Yusiana Roba: Hati-hati Bisa Kualat!

Kritik tersebut disampaikan Irine dalam rapat kerja terkait persiapan arus mudik Lebaran dan evaluasi profil Bandara Internasional Juanda.
Senin, 23 Februari 2026 16:02 WIB Jurnalis - Effatha Gloria V.G. Tamburian

Jakarta, Gesuri.id -Anggota Komisi V DPR RI dari fraksi PDI Perjuangan, Irine Yusiana Roba Putri, melayangkan kritik tajam terhadap PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney selaku pengelola bandara. Irine menyoroti dominasi branding nama InJourney yang dinilai berlebihan hingga menenggelamkan nama asli bandara, khususnya Bandara Internasional Juanda, Surabaya.

Kritik tersebut disampaikan Irine dalam rapat kerja terkait persiapan arus mudik Lebaran dan evaluasi profil Bandara Internasional Juanda, yang merupakan salah satu bandara dengan traffic tersibuk di Indonesia.

Menurut Irine, meski InJourney berstatus sebagai pihak pengelola, mereka tidak semestinya menjadikan nama perusahaannya sebagai identitas utama yang menutupi nama asli bandara. Apalagi, mayoritas bandara di Indonesia, termasuk Juanda, menggunakan nama pahlawan nasional.

Jadi tolong InJourney, nanti bisa kualat lho. Kalau nama InJourney lebih besar daripada nama bandara-bandara, apalagi yang nama-nama pahlawan. Tolong ini diperhatikan, tegas Irine di hadapan peserta rapat.

Kekhawatiran Irine terhadap Bandara Juanda bukan tanpa alasan. Ia mencontohkan salah kaprah pengelolaan branding yang sudah terjadi di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) dan Bandara Jenderal Ahmad Yani, Semarang. Di Bandara Soetta, Irine mengaku sangat kesulitan menemukan tulisan nama Proklamator RI tersebut karena tertutup oleh dominasi logo InJourney.

Baca juga :