Ikuti Kami

Soroti Dominasi Branding InJourney di Bandara Juanda, Irine Yusiana Roba: Hati-hati Bisa Kualat!

Kritik tersebut disampaikan Irine dalam rapat kerja terkait persiapan arus mudik Lebaran dan evaluasi profil Bandara Internasional Juanda.

Soroti Dominasi Branding InJourney di Bandara Juanda, Irine Yusiana Roba: Hati-hati Bisa Kualat!
Anggota Komisi V DPR RI dari fraksi PDI Perjuangan, Irine Yusiana Roba Putri.

Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi V DPR RI dari fraksi PDI Perjuangan, Irine Yusiana Roba Putri, melayangkan kritik tajam terhadap PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney selaku pengelola bandara. Irine menyoroti dominasi branding nama InJourney yang dinilai berlebihan hingga menenggelamkan nama asli bandara, khususnya Bandara Internasional Juanda, Surabaya.

Kritik tersebut disampaikan Irine dalam rapat kerja terkait persiapan arus mudik Lebaran dan evaluasi profil Bandara Internasional Juanda, yang merupakan salah satu bandara dengan traffic tersibuk di Indonesia.

Menurut Irine, meski InJourney berstatus sebagai pihak pengelola, mereka tidak semestinya menjadikan nama perusahaannya sebagai identitas utama yang menutupi nama asli bandara. Apalagi, mayoritas bandara di Indonesia, termasuk Juanda, menggunakan nama pahlawan nasional.

"Jadi tolong InJourney, nanti bisa kualat lho. Kalau nama InJourney lebih besar daripada nama bandara-bandara, apalagi yang nama-nama pahlawan. Tolong ini diperhatikan," tegas Irine di hadapan peserta rapat.

Kekhawatiran Irine terhadap Bandara Juanda bukan tanpa alasan. Ia mencontohkan "salah kaprah" pengelolaan branding yang sudah terjadi di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) dan Bandara Jenderal Ahmad Yani, Semarang. Di Bandara Soetta, Irine mengaku sangat kesulitan menemukan tulisan nama Proklamator RI tersebut karena tertutup oleh dominasi logo InJourney.

"Di banyak tempat, bahkan di Soekarno-Hatta, nama Injourney itu mendominasi. Kita susah sekali menemukan nama Soekarno-Hatta hari ini. Saya menemukan hanya di beberapa tempat, dan mirisnya, itu salah satunya ada di tempat sampah," ungkap Irine kecewa.

Sementara untuk Bandara Juanda, meski belum meninjau terminal secara langsung, Irene sudah menemukan ketimpangan branding dari buku presentasi yang diserahkan kepadanya. "Dari presentasi ini saja yang saya temukan adalah Juanda ini hanya sepertiga. Sementara sisanya dari seluruh halaman ini Injourney, Injourney, Injourney," paparnya sambil menunjukkan buku dokumen rapat.

Sebagai mitra kerja Kementerian Perhubungan yang bertugas melakukan pengawasan, Irene mengingatkan agar estetika dan branding fisik di tembok-tembok bandara segera dievaluasi. Ia tidak ingin penumpang menjadi bingung karena identitas bandara yang hilang.

"Di mana-mana, di seluruh tembok Injourney, tapi tidak ada nama Juanda. Nanti orang bingung, tujuannya ke Juanda kok mendaratnya di Injourney Airport. Lucu gitu, jadi orang tuh akan bingung," sindirnya.

Irine kemudian mendesak pimpinan sidang untuk menjadikan isu ini sebagai dorongan evaluasi berskala nasional. Ia meminta agar ke depannya, hierarki branding dikembalikan pada porsinya: Nama resmi bandara harus menjadi yang utama, sementara identitas InJourney diletakkan di bawahnya.

"Branding Injourney harus di bawah nama bandara wilayah setempat. Karena itu kebanggaan dan ada filosofi, serta history yang harus kita hargai. Terutama nama pahlawan, biar kita kenal dan kita abadikan di bandara-bandara," pungkas Irine. 

Teguran Kedua 

Menanggapi rentetan kritik tersebut, Direktur Operasi Angkasa Pura Indonesia, Agus Hariyadi, menyatakan bahwa pihaknya telah menangkap maksud protes tersebut. Agus juga mengakui bahwa teguran serupa mengenai dominasi InJourney ini sebelumnya juga telah disuarakan oleh Anggota DPR lainnya, yakni Putra Nababan, dalam kesempatan rapat yang berbeda.

Agus menjelaskan bahwa posisi Angkasa Pura saat ini adalah menjalankan mandat branding health pasca-dibentuknya holding ekosistem pariwisata InJourney.

"Kami sebenarnya dalam posisi objek yang menjalankan perintah untuk melakukan branding health. Jadi semua member di bawahnya ini memang harus menggunakan branding InJourney," jelas Agus.

Meski demikian, Agus memastikan bahwa masukan dari para anggota dewan telah dievaluasi. Pihaknya kini sudah merancang perubahan visual untuk identitas bandara-bandara yang dikelola. "Jadi mungkin nanti nama bandaranya ada di atas seperti saran Bapak dan Ibu Anggota. Kemudian kami tambahkan tulisan managed by InJourney lebih kecil saja," pungkas Agus merespons kritik tersebut.

Quote