Jakarta, Gesuri.id Komisi XII DPR RI menaruh perhatian serius terhadap potensi hilangnya penerimaan negara akibat penurunan target produksi batu bara pada tahun 2026.
Anggota Komisi XII DPR RI, Yulian Gunhar, mengingatkan bahwa pengurangan volume produksi harus dihitung secara cermat agar tidak menggerus kontribusi sektor pertambangan terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Hal tersebut disampaikan Yulian dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi XII DPR RI bersama Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara (Minerba) Kementerian ESDM di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (19/5).
Baca:Ini 5 Kutipan InspiratifGanjarPranowo Tentang Anak Muda
Ia menyoroti adanya selisih target produksi batu bara yang merosot sekitar 190 juta ton dibandingkan tahun sebelumnya.