Jakarta, Gesuri.id - Komisi VI DPR RI menyoroti pentingnya keadilan akses energi bagi masyarakat di sekitar wilayah pembangkit listrik, seiring percepatan program Energi Baru Terbarukan (EBT).
Anggota Komisi VI DPR RI, Totok Hedi Santosa, menegaskan transisi menuju energi ramah lingkungan merupakan keniscayaan yang harus didukung bersama.
Tantangan yang dihadapi adalah biaya besar dan waktu pengembalian investasi berjangka panjang. Meskipun demikian, dia menekankan bahwa transisi menuju EBT merupakan keniscayaan yang harus didukung, ujarnya, dikutip Minggu (19/4/2026).
Menurut Totok, dorongan utama dalam transisi energi tidak semata-mata didasarkan pada aspek ekonomi, melainkan juga kesadaran kolektif untuk menjaga lingkungan. Ia menilai penggunaan energi fosil memiliki dampak serius terhadap perubahan iklim, termasuk kenaikan suhu bumi dan ancaman bagi wilayah pesisir.
Sementara itu, Anggota Komisi VI DPR RI lainnya, Nasim Khan, menyoroti masih adanya ketimpangan akses energi di sekitar wilayah pembangkit listrik. Dalam kunjungan kerja spesifik di Kabupaten Purwakarta hingga Jumat (17/4/2026), ia menemukan bahwa masyarakat sekitar belum sepenuhnya merasakan manfaat energi yang dihasilkan di daerah mereka.