Tragedi KA Bekasi Timur, Dewi Juliani: PT KAI Jangan Hanya Fokus Pada Efisiensi Operasional

Kejadian ini harus menjadi peringatan keras bahwa aspek keselamatan tidak boleh ditawar dalam operasional transportasi publik.
Kamis, 30 April 2026 12:00 WIB Jurnalis - Effatha Gloria V.G. Tamburian

Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Dewi Juliani, menyampaikan duka cita atas kecelakaan yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, serta menyoroti pentingnya evaluasi standar operasional keselamatan PT Kereta Api Indonesia (Persero).

Saya menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada seluruh korban dan keluarga. Kejadian ini harus menjadi peringatan keras bahwa aspek keselamatan tidak boleh ditawar dalam operasional transportasi publik, kata Dewi, Selasa (28/4/2026).

Berdasarkan data terbaru, insiden tersebut mengakibatkan 14 orang meninggal dunia dan 28 lainnya mengalami luka-luka. Dewi menilai tragedi ini menjadi alarm serius bagi penyelenggaraan transportasi publik, khususnya bagi BUMN yang memiliki tanggung jawab besar terhadap keselamatan masyarakat.

Ia menyoroti belum adanya penjelasan utuh kepada publik terkait penyebab kecelakaan tersebut. Menurutnya, transparansi menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat sekaligus memastikan langkah perbaikan yang tepat.

Publik berhak mendapatkan penjelasan yang jelas dan terbuka, mulai dari kronologi hingga faktor penyebab. Ini penting agar langkah evaluasi yang diambil benar-benar menyentuh akar persoalan, tegasnya.

Baca juga :