Tragedi Kereta Bekasi Timur dan Alarm Keras Untuk Keselamatan Transportasi Nasional

Oleh: Edi Purwanto, Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan dapil Provinsi Jambi.
Selasa, 05 Mei 2026 12:00 WIB Jurnalis - Effatha Gloria V.G. Tamburian

Jakarta, Gesuri.id - Atas nama saya pribadi dan sebagai bagian dari Pimpinan serta Anggota Komisi V DPR RI, saya menyampaikan duka cita yang mendalam atas tragedi kereta di Bekasi Timur. Peristiwa ini bukan hanya meninggalkan luka bagi keluarga korban, tetapi juga menyisakan pertanyaan besar bagi kita semua. Seberapa serius kita menempatkan keselamatan sebagai prioritas utama dalam sistem transportasi nasional?

Saya melihat kejadian ini bukan sekadar kecelakaan biasa. Ini adalah alarm keras peringatan nyata bahwa ada sesuatu yang belum beres dalam sistem yang kita bangun. Kita tidak bisa lagi memandang peristiwa seperti ini sebagai insiden yang berdiri sendiri, lalu selesai setelah berita mereda. Karena di balik setiap kejadian, selalu ada pola yang seharusnya bisa kita baca dan kita perbaiki.

Memang, kita semua menunggu hasil investigasi dari pihak kepolisian. Itu penting sebagai dasar penegakan hukum dan penentuan tanggung jawab. Namun, sebagai pembuat kebijakan, saya merasa tidak cukup hanya menunggu. Ada hal-hal yang secara kasat mata sudah lama menjadi persoalan, dan seharusnya tidak perlu menunggu korban berikutnya untuk diselesaikan.

Perlintasan sebidang adalah salah satunya. Saya sudah berkali-kali melihat langsung bagaimana titik-titik ini menjadi potensi bahaya yang terus berulang. Lalu muncul pertanyaan dalam benak saya, sampai kapan kita akan membiarkan masyarakat berhadapan langsung dengan risiko setiap hari? Apakah kita akan terus menunggu kejadian demi kejadian sebagai pengingat?

Pembangunan flyover atau underpass bukan lagi sekadar opsi, tetapi kebutuhan. Ini bukan hanya soal infrastruktur, tetapi soal keberanian mengambil keputusan. Karena setiap keterlambatan berarti kita sedang mempertaruhkan keselamatan masyarakat. Dan bagi saya, itu bukan hal yang bisa ditoleransi.

Baca juga :