Semarang, Gesuri.id Pemerintah Kota Semarang mulai mendorong pengembangan pertanian terpadu melalui Metode Bayu Sehat Mandiri (BSM). Konsep inovatif ini memadukan sektor tanaman, peternakan, dan perikanan dalam satu sistem pengelolaan lahan yang terintegrasi.
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng menegaskan, program tersebut tidak boleh hanya berfokus pada peningkatan produksi semata. Sejak awal, kepastian jalur pemasaran harus dipersiapkan agar komoditas yang dihasilkan warga memiliki jaminan penyerapan di pasar.
Hal tersebut disampaikannya saat memberikan arahan dalam Coaching Clinic dan Pelatihan Pertanian Terpadu Metode BSM di Balai Kota Semarang, Kamis (1/10). Kegiatan ini menghadirkan pakar pertanian terpadu Bayu Diningrat dan sekaligus menjadi ajang persiapan pendamping untuk mengikuti Training of Trainers (TOT).
Baca:Perjalanan Hidup Ganjar Pranowo Lengkap dengan Rekam Jejak
Menurut Agustina, konsep pertanian terpadu wajib dibangun secara menyeluruh dari hulu hingga hilir. Produksi tanaman, peternakan, dan perikanan harus berjalan beriringan dengan sistem pemasaran yang jelas.