Wayan Koster: Penanganan Narkoba di Bali Harus Komprehensif, dari Hulu ke Hilir

Gubernur Bali Wayan Koster mengungkapkan narkoba jadi ancaman serius bagi Bali sebagai destinasi pariwisata dunia
Sabtu, 07 Februari 2026 10:01 WIB Jurnalis - Effatha Gloria V.G. Tamburian

Jakarta, Gesuri.id - Pemerintah Provinsi Bali menegaskan komitmen serius pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan, dan peredaran gelap narkotika (P4GN) melalui Rapat Koordinasi P4GN Wilayah Provinsi Bali Tahun 2026 digelar di Wiswa Sabha, Denpasar, Kamis (5/2).

Gubernur Bali Wayan Koster mengungkapkannarkoba jadi ancaman serius bagi Bali sebagai destinasi pariwisata dunia dengan tingkat keterbukaan tinggi terhadap arus wisatawan domestik dan mancanegara.

Dengan populasi penduduk sekitar 4,4 juta jiwa dan ketergantungan ekonomi sebesar 66 persen dari sektor pariwisata, Bali harus menjaga citra dan keamanan wilayahnya dari ancaman narkotika.

Ketika saya menerima audiensi Kepala BNN melihat data, saya rasa kita harus sangat serius menangani persoalan narkoba, Bali destinasi wisata dunia, wilayahnya kecil, tetapi memiliki daya tarik global luar biasa, ujar Gubernur menambahkan,

Penanganan narkoba harus dilakukan secara komprehensif dari hulu ke hilir melalui kerja bersama seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, BNN, hingga desa adat, tandas Koster.

Baca juga :