Jakarta, Gesuri.id - Bupati Kapuas Hulu, Fransiskus Diaan, menegaskan santri memiliki peran strategis dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045. Ia mendorong para santri tidak hanya memperkuat pemahaman keagamaan dan akhlak, tetapi juga menguasai teknologi agar mampu menghadapi tantangan zaman dan mengambil peran dalam pembangunan bangsa.
Santri harus siap menjadi apa saja, bahkan seorang pemimpin bangsa, tegas Fransiskus saat memimpin upacara Peringatan Hari Santri Nasional 2026, Kamis (22/10/2026).
Menurut Fransiskus, perkembangan teknologi yang semakin pesat menuntut generasi muda, termasuk santri, untuk terus meningkatkan pengetahuan dan keterampilan. Penguasaan ilmu agama perlu berjalan beriringan dengan kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan digital agar santri mampu bersaing di berbagai bidang.
Ia menilai perpaduan antara nilai-nilai moral keagamaan dan wawasan teknologi dapat melahirkan generasi yang berakhlak mulia, berpengetahuan luas, serta memiliki daya saing tinggi. Dengan bekal tersebut, santri diharapkan tidak hanya berkontribusi di lingkungan pesantren, tetapi juga berperan aktif dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.
Kita memerlukan generasi muda berkualitas yang bisa menjadi contoh nyata di tengah kehidupan masyarakat, ujarnya.