Nabire, Gesuri.id - Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa mengajak generasi muda Papua menjadikan musik reggae sebagai sarana merawat perdamaian, mempererat persaudaraan, dan mengembangkan kreativitas melalui Papua Reggae Festival ke-XI di Nabire.
Festival musik ini bukan persoalan siapa yang paling hebat atau siapa yang terbaik, melainkan bagaimana kita mengekspresikan dan menyampaikan pesan perdamaian serta kehidupan orang-orang di tanah ini, kata Meki saat membuka Papua Reggae Festival ke-XI bertema Culture Art Tahun 2026 di Nabire, dikutip Sabtu (17/10/2026).
Ia mengatakan, musik reggae tidak sekadar menjadi hiburan, tetapi juga ruang untuk menyampaikan pesan damai sekaligus merawat identitas budaya Papua.
Karena itu, generasi muda perlu diberi kesempatan untuk terus berkarya dan mengembangkan kemampuan di bidang seni.
Menurutnya, musik dan sepak bola telah menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat asli Papua. Keduanya dapat mempertemukan masyarakat dari berbagai latar belakang dalam suasana persaudaraan.
Ia juga menyatakan Pemerintah Provinsi Papua Tengah siap menjadi rumah bagi Papua Reggae Festival apabila daerah lain tidak dapat melanjutkan penyelenggaraan agenda tersebut pada tahun-tahun mendatang.
Ia menyampaikan bahwa Papua Tengah terbuka apabila pemerintah daerah lain ingin menjadi tuan rumah festival pada tahun berikutnya. Namun, jika tidak ada daerah yang bersedia, Papua Tengah siap menggelar kegiatan serupa dengan skala lebih besar.