Jakarta, Gesuri.id - Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno membuka program Namu Balai Kota yang dapat diikuti masyarakat secara gratis, Sabtu (17/10/2026).
Melalui program ini, masyarakat bisa menjelajahi sejumlah area di kompleks Balai Kota Jakarta, mulai dari pendopo, ruang tamu gubernur, ruang kerja Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Balairung, hingga Balai Agung.
“Hari ini kita memulai membuka yang disebut Namu Balai Kota. Sebetulnya kalau Betawi bilang bukan balai, tetapi bale. Jadi ini bale kota bale-nya masyarakat, bukannya bale kita,” ujar Rano, Sabtu (17/10/2026).
Rano menjelaskan, program Namu Balai Kota diinisiasi bersama Pramono.
Program ini bertujuan membuka akses masyarakat ke pusat pemerintahan Jakarta agar warga dapat melihat langsung berbagai fasilitas di Balai Kota sekaligus mengetahui pekerjaan yang telah dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.
Menurut Rano, gagasan tersebut muncul setelah dirinya berdiskusi dengan Pramono mengenai perlunya membuka akses Balai Kota bagi masyarakat.
“Saya bicara berdua dengan Pak Gubernur. Pak Gub manggil saya selalu Bang Doel. 'Bang, kayaknya nih kita udah waktunya buka pintu' Maksudnya apa nih? Kita harus kasih tahu sama masyarakat Jakarta apa yang sudah kita lakukan,” ungkap Rano.
Ia menilai, selama ini masyarakat mungkin hanya mengetahui kegiatan Pemprov DKI Jakarta melalui media sosial. Dengan dibukanya Balai Kota untuk umum, warga diharapkan bisa melihat langsung berbagai fasilitas dan aktivitas di pusat pemerintahan tersebut.
“Artinya, selama dua tahun kita di Jakarta apa sih yang sudah kita lakukan? Mungkin sebagian teman-teman melihat melalui IG, melalui medsos, tapi barangkali belum melihat secara jelas,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) DKI Jakarta Marulina Dewi mengatakan, program Namu Balai Kota telah menjalani uji coba pada 3 Oktober 2026. Saat itu, sekitar 300 pengunjung mendaftar untuk mengikuti kegiatan tersebut melalui aplikasi JAKI dan situs resmi jakarta.go.id.
“Respons masyarakat selama uji coba cukup positif. Karena itu, Pemprov DKI berencana menggelar kegiatan tersebut setiap dua minggu sekali sepanjang 2026,” katanya.
Dalam pelaksanaannya, pengunjung dapat mengikuti tur ke sejumlah area di kompleks Balai Kota, mulai dari pendopo hingga gedung Blok G.
Tak hanya berkeliling, anak-anak juga bisa mengikuti kegiatan belajar menjadi reporter di Studio Berita Jakarta. Mereka akan diperkenalkan dengan proses kerja reporter dan berkesempatan membuat konten yang ditayangkan melalui kanal YouTube Berita Jakarta milik Pemprov DKI.
Marulina mengatakan, Balai Kota juga diharapkan bisa menjadi ruang yang dapat dimanfaatkan masyarakat, termasuk komunitas yang membutuhkan akses ke ruang publik.
“Jikalau mereka punya kesulitan, Pak, untuk mengakses ruang-ruang publik, maka balai kota sekarang terbuka untuk digunakan oleh komunitas,” kata Marulina.
Selain tur dan kegiatan edukasi, Namu Balai Kota turut menyediakan sejumlah layanan publik. Layanan tersebut meliputi pelayanan paspor dari Direktorat Jenderal Imigrasi, SIM Keliling, Samsat Keliling, serta perpustakaan keliling yang tersedia di halaman kompleks Balai Kota.

















































































