MALAM Sabtu, 27 Oktober 1928. Suasana Batavia diliputi udara dingin pasca-hujan sore, tetapi di dalam gedung Katholieke Jongelingen Bond (KJB)yang berdiri kokoh di kawasan kompleks Gereja Katedral Jakartasuasana hangat bergelora.
Menara katedral bergaya neogotik yang menjulang tinggi menjadi saksi bisu berkumpulnya ratusan anak muda dari berbagai pelosok nusantara.
Mereka datang bukan untuk memperdebatkan iman atau asal-usul suku, melainkan untuk menenun satu cita-cita besar: Indonesia Merdeka.
Mereka datang dari organisasi berbeda, dengan latar daerah, keyakinan, dan pengalaman yang beragam. Panitia kongres juga memperlihatkan keberagaman itu secara nyata.
Ada Jong Java, Jong Sumatranen Bond, Jong Islamieten Bond, Jong Batak, Jong Ambon, Jong Celebes, hingga Pemuda Kaum Betawi.