Jakarta, Gesuri.id - Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Adisatrya Suryo Sulisto, menyoroti fenomena cancel culture terhadap acara RANS Carnival yang berdampak pada mundurnya sejumlah pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dari kegiatan tersebut.
Ia menilai tekanan publik di media sosial kini dapat bertransformasi menjadi dampak ekonomi nyata yang merugikan pelaku usaha dan pekerja industri kreatif.
Fenomena cancel culture oleh publik serta sikap mundurnya keikutsertaan dari para pelaku UMKM pada event RANS Carnival menunjukkan dua aksi solidaritas secara langsung. Pertama, menghormati suara publik atau warganet, kata Adisatrya, Selasa (3/11/2026).
Kedua, dukungan dan ajakan masyarakat di media sosial untuk tetap bisa membeli produk para UMKM yang batal mengikuti RANS Carnival, baik secara langsung maupun melalui pemesanan daring, sambungnya.
Ia menilai fenomena ini menjadi bukti bahwa kekuatan mob mentality di media sosial dapat dengan cepat memengaruhi aktivitas ekonomi masyarakat.