Malam Satu Suro di Balai Kota, Agustina Wilujeng: Kerukunan adalah Energi Terbesar Kemajuan Semarang

Perpaduan momen Tahun Baru Hijriah dan tradisi Malam Satu Suro memiliki makna spiritual yang sangat relevan.
Rabu, 17 Juni 2026 15:09 WIB Jurnalis - Heru Guntoro

Semarang, Gesuri.id Peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah yang bertepatan dengan Malam Satu Suro di Kota Semarang berlangsung khidmat.

Acara yang digelar di halaman Balai Kota Semarang pada Senin (15/6/2026) malam tersebut ditutup dengan pagelaran wayang kulit yang sarat akan pesan persatuan.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menegaskan bahwa kerukunan dan persatuan warga merupakan fondasi utama sekaligus modal sosial terbesar bagi ibu kota Jawa Tengah ini untuk terus bergerak maju di tengah keberagaman.

Baca:Perjalanan HidupGanjarPranowo Lengkap dengan Rekam Jejak

Semarang adalah rumah bersama. Kekuatan kota ini bukan hanya pada pembangunan fisiknya, tetapi pada warganya yang mampu menjaga kerukunan di tengah keberagaman. Inilah modal sosial yang membuat Semarang terus bergerak maju dan menjadi kota yang nyaman bagi semua, ujar Agustina saat menghadiri Malam Tirakatan, Doa Bersama, dan Pagelaran Wayang Kulit tersebut.

Baca juga :