Denpasar, Gesuri.id — Gubernur Bali, Wayan Koster, memberikan peringatan keras mengenai ancaman kemacetan di jalur keluar-masuk Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.
Ia mendesak seluruh pemangku kepentingan untuk segera merealisasikan penguatan aksesibilitas transportasi demi menjaga citra pariwisata Pulau Dewata.
Desakan ini disampaikan Koster menyusul lonjakan pergerakan penumpang yang luar biasa sepanjang tahun lalu. Berdasarkan data makro, kepadatan bandara telah menyentuh angka kritis yang berpotensi melumpuhkan arus lalu lintas di sekitarnya jika tidak diantisipasi secara radikal.
Baca: Perjalanan Hidup Ganjar Pranowo Lengkap dengan Rekam Jejak
"Pada tahun 2025, wisatawan mancanegara yang masuk ke Bali melalui Bandara Ngurah Rai tercatat sebanyak 7,05 juta orang, ditambah wisatawan domestik yang mencapai 9,2 juta orang. Jadi, kalau ditotal mencapai 16 juta lebih," ujar Koster dalam diskusi transportasi yang diselenggarakan oleh InJourney Airports di Denpasar, Rabu (17/6/2026).
Menurut Koster, pertumbuhan kunjungan wisatawan yang berdampak positif pada ekonomi warga Bali ini harus diimbangi dengan kenyamanan mobilitas. Jika persoalan macet di area krusial seperti Kabupaten Badung dan Kota Denpasar dibiarkan, ekosistem pariwisata Bali dipertaruhkan.
"Petakan betul setiap titiknya. Ini tidak bisa fokus di satu titik saja, alur kendaraan harus benar-benar dipetakan," tegas Koster seraya meminta hasil diskusi tersebut bisa langsung dieksekusi di lapangan tanpa penundaan. Selain akses jalan, ia juga meminta pihak pengelola bandara segera merealisasikan rencana perluasan area parkir dan terminal penumpang.
Merespons arahan tersebut, Direktur Strategi dan Pengembangan Teknologi PT Angkasa Pura Indonesia, Ferry Kusnowo, menjelaskan bahwa diskusi ini merupakan langkah lanjutan untuk merumuskan solusi makro yang komprehensif.
Baca: Mengenal Sosok Ganjar Pranowo. Keluarga, Tempat Bersandar
Ferry mengungkapkan bahwa pihaknya telah menggandeng akademisi dari Universitas Udayana (Unud) untuk melakukan kajian ilmiah mendalam mengenai pemetaan titik sumbatan dan solusi aksesibilitas dari serta menuju Bandara I Gusti Ngurah Rai.
"Sebagai bagian dari upaya memperkuat konektivitas transportasi, kami bekerja sama dengan Universitas Udayana yang telah melakukan kajian komprehensif terkait berbagai persoalan aksesibilitas," kata Ferry.
Ia menekankan bahwa penanganan kemacetan di gerbang utama Pulau Bali ini tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan pendekatan yang terintegrasi, bertahap, dan kolaboratif.
"Kami menyadari bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada sinergi lintas instansi. Kami mengharapkan masukan dan kontribusi konstruktif dari seluruh pihak agar program penguatan aksesibilitas ini dapat berjalan optimal," pungkasnya.

















































































