Merawat Warisan Leluhur Trenggalek, Ketika Para Penari Tayub Diwisuda

Sosok penari perempuan atau ledek juga memiliki kisah tersendiri.
Sabtu, 26 September 2026 20:08 WIB Jurnalis - Nurfahmi Budi Prasetyo

Trenggalek, Gesuri.id - Alunan gamelan terdengar mengalun di tengah keheningan malam. Irama musik tradisional itu berpadu dengan gerak gemulai para penari, laki-laki dan perempuan, yang mengenakan busana khas.

Para penari perempuan tampil berkebaya dengan selendang yang melingkar di tubuh. Sementara para penari lainnya mengenakan seragam batik.

Malam itu bukan sekadar pertunjukan seni. Ada suasana berbeda yang terasa di Desa Duren, Kecamatan Tugu, Kabupaten Trenggalek.

Para penari yang tergabung dalam Paguyuban Seni Langen Tayub Sindu Budoyo tengah menjalani prosesi wisuda pelestari seni budaya tayub.

Layaknya seremoni kelulusan, puluhan penari mengikuti prosesi dengan penuh khidmat. Mereka tidak hanya dinyatakan telah menyelesaikan sebuah proses, tetapi juga mengikrarkan diri untuk terus menjaga kesenian tayub sebagai bagian dari warisan budaya masyarakat Trenggalek.

Baca juga :