Jakarta, Gesuri.id Politisi senior PDI Perjuangan Panda Nababan mengungkap sisi gelap kekuasaan Orde Baru yang jarang dibicarakan publik: bagaimana para jenderal senior disingkirkan hanya karena berani mengingatkan Presiden Soeharto. Menurut Panda, dua nama besar yang menjadi korban politik seperti itu adalah Wakil Panglima Abri Jenderal Soemitro Sastrodihardjo dan Panglima Abri Jenderal Benny Moerdani saat itu.
Soemitro bilang ke saya langsung, dia cuma mengingatkan bahwa bisnis anak-anak Soeharto sudah keterlaluan. Tapi sejak itu, dia tak pernah dipanggil lagi ke Cendana, kata Panda mengenang dalam Podcast Keadilan TV, Minggu (9/11).
Panda menjelaskan, Soemitro yang dikenal cerdas dan berintegritas sempat menjadi salah satu arsitek militer Orde Baru. Namun, begitu menyampaikan kritik terhadap perilaku keluarga presiden, karier militernya langsung redup. Dia bukan melawan Soeharto. Dia hanya mengingatkan dengan niat baik, katanya.
Hal serupa, lanjut Panda, dialami oleh Jenderal Benny Moerdani. Benny itu orang yang sangat dekat dengan Soeharto. Tapi saat dia menegur soal bisnis anak-anaknya, hubungannya langsung memburuk, ujarnya.
Menurut Panda, saat itu Benny sedang bermain biliar bersama Soeharto ketika dengan jujur ia mengatakan tentang bisnis anak-anaknya yang dianggap terlalu memanfaatkan kekuasaan. Soeharto langsung keluar dari ruangan dan membanting stik biliar, kemudian hubungan keduanya meregang hingga Benny dicopot dari Panglima Abri. Itu cara halus Soeharto menyingkirkan, katanya.