Rokhmin Dahuri Bagikan Refleksi Film Lost in Translation Found in Power Tentang Kredibilitas

"Dari film ini saya kembali diingatkan pada satu hal penting, kredibilitas dan kompetensi tidak pernah lahir dalam satu malam."
Sabtu, 22 Agustus 2026 10:00 WIB Jurnalis - Ananda Okctaviani

Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, MS., membagikan refleksi mendalam usai menonton film dokumenter biografi Lost in Translation, Found in Power yang mengisahkan perjalanan hidup Erica Laurie. Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB University itu menilai film tersebut mengandung pelajaran penting tentang proses panjang dalam membangun kredibilitas dan kompetensi.

Baru saja selesai menonton film Lost in Translation, Found in Power, yang mengisahkan perjalanan hidup Erica Laurie. Dari film ini saya kembali diingatkan pada satu hal penting, kredibilitas dan kompetensi tidak pernah lahir dalam satu malam, kata Prof. Rokhmin Dahuri, dikutip pada Jumat (21/8/2026).

Menurut Prof. Rokhmin, film tersebut menunjukkan bahwa di balik setiap pencapaian besar yang terlihat oleh publik, terdapat proses panjang yang kerap tidak terlihat. Ia menilai keberhasilan tidak pernah hadir secara instan, melainkan melalui perjalanan yang penuh kerja keras dan konsistensi.

Saya membayangkan perjalanan itu seperti sebatang pohon yang tumbuh ke dua arah, ke atas dan ke bawah. Yang terlihat oleh mata adalah bagian yang tumbuh di permukaan, batang yang kokoh, daun yang rimbun, dan buah yang lebat. Tetapi jauh di bawah tanah, ada akar yang terus bekerja dalam kesunyian, ujarnya.

Melalui analogi pohon tersebut, Prof. Rokhmin menjelaskan bahwa fondasi utama keberhasilan justru dibangun dalam proses yang sering kali tidak mendapatkan sorotan. Menurutnya, akar yang bekerja dalam diam menjadi penopang utama agar pohon tetap kokoh menghadapi berbagai tantangan.

Baca juga :