Rudianto Tjen: Cheng Beng Sarana Perkuat Ikatan Sosial dan Promosikan Harmoni Antar Komunitas

Tradisi Cheng Beng merupakan simbol penghormatan mendalam dan kekerabatan terhadap leluhur, orang tua, serta kerabat.
Selasa, 07 April 2026 12:00 WIB Jurnalis - Effatha Gloria V.G. Tamburian

Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi I DPR RI, Rudianto Tjen, menyoroti perayaan Tradisi Cheng Beng sebagai sarana untuk memperkuat ikatan sosial dan mempromosikan harmoni antar komunitas.

Selain Festival Cheng Beng, kami juga akan mengadakan perayaan hari raya keagamaan lainnya seperti Maulid Nabi dan Isra Miraj, sehingga masyarakat dari berbagai agama mendapatkan perhatian yang sama dari pemerintah, kata Rudianto Tjen, dikutipSelasa(7/4/2026).

Tradisi Cheng Beng merupakan simbol penghormatan mendalam dan kekerabatan terhadap leluhur, orang tua, serta kerabat. Ritual pembersihan makam ini bukan sekadar tradisi keagamaan atau budaya, melainkan juga mengandung nilai-nilai luhur yang diwariskan para pendahulu.

Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani, memaknai Tradisi Cheng Beng sebagai perwujudan nilai-nilai kehormatan, kebersamaan, dan kepedulian sosial. Nilai-nilai ini telah diwariskan secara turun-temurun oleh para leluhur, membentuk karakter masyarakat Bangka Belitung.

Ini adalah cara kita mengenang kontribusi, doa, dan kasih sayang yang telah mereka berikan, ujar Gubernur Hidayat Arsani, menekankan pentingnya mengingat jasa para pendahulu.

Baca juga :