Jakarta, Gesuri.id - Dunia abad 20 hingga abad 21 kepemimpinan perempuan kerap terjebak dalam dikotomi yang sangat sempit, zahirnya sangat terbatas keterwakilan pemimpin prempuan di dunia internasional.
Namun, di jantung Asia Tenggara atas pemahaman tersebut terjadi fenomena anomali sebuah kepemimpinan yang tak tertumpu pada agresi fisik, melainkan pada resiliensi batin yang lompat jauh melampaui zamannya.
Dialah Megawati Soekarnoputri bukan hanya seorang politisi yang melintas di panggung kekuasaan, ia adalah sebuah institusi moral yang hidup sepanjang orde lama hingga sekarang.
Melalui biografi perjuangannya, kita dapat mempelajari serta memahami evolusi seorang Wanita Tangguh yang bertransformasi dari pejuang kebenaran menjadi penjaga hukum hingga akhirnya menempati maqom tertinggi kebijaksanaan sebagai guru bangsa.
Satyagrahi Cahaya Demokrasi (1983-1998)