Megawati Soekarnoputri dan Senyum Yang Menenangkan

Oleh: Diana AV Sasa, Pegiat Literasi dan Anggota DPRD Jawa Timur 2019-2024.
Sabtu, 18 April 2020 08:46 WIB Jurnalis - Effatha Gloria V.G. Tamburian

Jakarta, Gesuri.id - Ke Jakarta, ia kembali. Di Surabaya, ia tidak sedang piknik penutup tahun, melainkan menuntaskan proyek politik yang sudah dikibarkannya bertahun-tahun silam di Ibu Kota. Kini, ia kembali lagi setelah bertarung habis-habisan di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya.

Jakarta bagi Megawati bukanlah Jakarta sebagaimana diimpikan Tuginah dari Ngunter, tokoh perempuan ciptaan adik bungsunya, Guruh Soekarno Putra, dalam pementasan bertajuk Jak Jak Jak Jak Jakarta pada medio 1989. Jakarta bukan impian Tuginah maupun Tugimin untuk menjadi sukses, melainkan rumah belajar berpolitik sejak dini, sejak ia bisa mengenal aksara.

Bertarung di Surabaya, tetapi hasil akhir ditentukan di Jakarta. Demikianlah, kepulangan Megawati di pekan pamungkas tahun 1993 itu tidak dengan menggenggam status sebagai ketua umum partai, melainkan membawa kemenangan hati arus bawah kader-kader partai yang sepanjang 1993 bergolak dengan sangat dinamis dan berbahaya.

Megawati memasuki Ibu Kota dengan dua kerja utama: meyakinkan pemerintah bahwa ia tidak perlu ditakutkan. Bahwa ia seperti ada dalam persepsi semua politisi di Senayan, Jakarta: perempuan pendiam dan murah senyum. Megawati memastikan politisi di Jakarta, baik internal partai dan terutama lawan-lawannya bahwa ia tetaplah perempuan yang satu almamater dengan Hardiyanti Tutut Rukmana di Perguruan Cikini. Keduanya adalah srikandi dari manusia besar yang memimpin Republik.

Barangkali, Megawati sendiri heran, mestinya tidak ada alasan untuk menjauhinya. Ia bukanlah politisi monster yang menelan semua orang di hadapannya. Apa yang berbahaya dari seorang perempuan yang emoh mengumbar kata untuk mencemooh dan menghardik mereka yang tidak bersepakat dengannya. Dia merasa tetaplah dirinya sendiri yang memilih lebih baik diam dalam gebalau politik yang menekan di kiri dan di kanan, menggunting di atas dan di bawah.

Baca juga :