Menenun Peradaban dalam Diplomasi Megawati Soekarnoputri

Oleh : Dr. Ahmad Basarah, Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Luar Negeri dan Ketua Fraksi PDI Perjuangan MPR RI.
Sabtu, 07 Februari 2026 09:41 WIB Jurnalis - Heru Guntoro

Jika generasi pendiri bangsa berbicara tentang nation and character building, maka Megawati memperluas cakrawala itu ke ranah world and character building.

Jakarta, Gesuri.id - Selama satu minggu, sejak tanggal 1 hingga 6 Februari 2026, saya berkesempatan mendampingi Presiden ke-5 Republik Indonesia sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan dalam lawatan luar negeri ke Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA). Kunjungan ini dilakukan dalam rangka memenuhi undangan Zayed Award for Human Fraternity serta undangan khusus dari Putra Mahkota UEA, Yang Mulia Syaikh Khaled bin Muhammad Zayed Al Nahyan.

Dalam perjalanan tersebut, saya menangkap banyak pesan moral dan kebangsaan yang sangat berharga. Kesan-kesan itu terasa terlalu naif jika hanya disimpan sebagai pemahaman pribadi. Karena itu, saya memutuskan untuk membagikannya kepada publik melalui tulisan sederhana ini.

Di tengah riuh rendah politik global yang kerap didominasi oleh logika kekuatan material dan strategi garis keras, sebuah narasi berbeda memancar dari Abu Dhabi pada 3 hingga 5 Februari 2026. Narasi ini berangkat dari keyakinan lama bangsa-bangsa Selatan bahwa dunia tidak harus diatur oleh dominasi, melainkan dapat ditata melalui solidaritas, martabat, dan keberanian moral.

Megawati Soekarnoputri Sang Nareswari, personifikasi kepemimpinan perempuan agung dalam khazanah Nusantara melangkah bukan semata sebagai utusan politik, melainkan sebagai pembawa pesan peradaban yang berakar pada sejarah, kebudayaan, dan rasa kemanusiaan yang lahir dari kristalisasi pengalaman bangsanya sendiri.

Baca juga :