Bambang DH: Jangan Biarkan Alat Negara Kembali Menjadi Alat Kekuasaan, Kudatuli Harus Jadi Pelajaran Bangsa

Bangsa Indonesia tidak boleh mengulang praktik-praktik represif yang pernah terjadi pada masa lalu.
Jum'at, 24 Juli 2026 13:41 WIB Jurnalis - Nurfahmi Budi Prasetyo

Jakarta, Gesuri.id Politisi senior PDI Perjuangan sekaligus saksi hidup Peristiwa Kudatuli di Surabaya, Bambang DH, menegaskan tragedi 27 Juli 1996 harus menjadi pelajaran penting bagi perjalanan demokrasi Indonesia. Menurutnya, peristiwa tersebut menunjukkan bahaya ketika alat negara tidak lagi menjalankan fungsi konstitusional, melainkan menjadi alat kekuasaan.

Bambang menyampaikan, bangsa Indonesia tidak boleh mengulang praktik-praktik represif yang pernah terjadi pada masa lalu. Ia mengingatkan seluruh aparatur negara agar tetap berdiri di atas kepentingan bangsa dan konstitusi, bukan kepentingan politik kekuasaan.

Ini pelajaran yang sangat berharga. Ke depan kita tidak ingin mengulang. Alat negara jangan mau, jangan tergoda menjadi alat kekuasaan. Karena kalau sudah menjadi alat kekuasaan, kecenderungannya akan represif, padahal iklim demokrasi dijamin oleh konstitusi kita, ujar Bambang DH dikutip ulang dari siniar Lentera TV Media, (27/7/2022).

Mantan Wali Kota Surabaya itu mengatakan cita-cita bangsa Indonesia sesungguhnya telah dirumuskan secara sederhana dalam konstitusi, yakni mewujudkan negara yang bersatu, berdaulat, adil, dan makmur. Namun, menurutnya, tantangan untuk mewujudkan cita-cita tersebut masih sangat besar.

Ia menyoroti kondisi masyarakat yang masih mengalami polarisasi dalam beberapa tahun terakhir. Karena itu, Bambang mengajak seluruh elemen bangsa menghentikan praktik saling menyalahkan dan mulai memperkuat persatuan nasional.

Baca juga :