Jaga Semangat Kudatuli, Ketua PAC PDI Perjuangan Ciracas Ajak Kader Rawat Militansi dan Tetap Bersama Rakyat

Partai ini bukan lahir dari kenyamanan atau komando politik yang menguntungkan. PDI Perjuangan lahir dari luka, darah, dan air mata
Minggu, 26 Juli 2026 18:01 WIB Jurnalis - Nurfahmi Budi Prasetyo

Jakarta, Gesuri.id Ketua PAC PDI Perjuangan Kecamatan Ciracas, Tri Bayu, mengajak seluruh kader menjadikan peringatan 30 tahun Tragedi Kudatuli sebagai momentum untuk memperkuat militansi, menjaga soliditas organisasi, dan terus hadir bersama rakyat.

Hal itu disampaikan Tri Bayu saat membuka Diskusi Tapak Tilas 30 Tahun Tragedi Kudatuli yang diselenggarakan PAC PDI Perjuangan Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur, Sabtu (25/7). Kegiatan tersebut menghadirkan Wasekjen DPP PDI Perjuangan Bidang Komunikasi Adian Napitupulu, Juru Bicara DPP PDI Perjuangan Seno Bagaskoro, serta tokoh PDI Perjuangan Jakarta William Yani sebagai narasumber.

Dalam sambutannya, Tri Bayu menyampaikan apresiasi kepada seluruh narasumber, jajaran pengurus partai, badan dan sayap partai, serta kader yang hadir mengikuti diskusi sebagai bagian dari refleksi sejarah perjuangan partai.

Menurutnya, tema peringatan 30 tahun Tragedi Kudatuli memiliki makna yang sangat mendalam bagi seluruh kader PDI Perjuangan karena mengingatkan bahwa partai dibangun melalui perjuangan panjang, bukan melalui jalan yang mudah.

Partai ini bukan lahir dari kenyamanan atau komando politik yang menguntungkan. PDI Perjuangan lahir dari luka, darah, dan air mata para pejuang yang mempertahankan demokrasi, kata Tri Bayu.

Baca juga :