Ikuti Kami

Jaga Semangat Kudatuli, Ketua PAC PDI Perjuangan Ciracas Ajak Kader Rawat Militansi dan Tetap Bersama Rakyat

Partai ini bukan lahir dari kenyamanan atau komando politik yang menguntungkan. PDI Perjuangan lahir dari luka, darah, dan air mata

Jaga Semangat Kudatuli, Ketua PAC PDI Perjuangan Ciracas Ajak Kader Rawat Militansi dan Tetap Bersama Rakyat
Ketua PAC PDI Perjuangan Ciracas Tri Bayu - Foto: PAC PDI Perjuangan Ciracas

Jakarta, Gesuri.id – Ketua PAC PDI Perjuangan Kecamatan Ciracas, Tri Bayu, mengajak seluruh kader menjadikan peringatan 30 tahun Tragedi Kudatuli sebagai momentum untuk memperkuat militansi, menjaga soliditas organisasi, dan terus hadir bersama rakyat.

Hal itu disampaikan Tri Bayu saat membuka Diskusi Tapak Tilas 30 Tahun Tragedi Kudatuli yang diselenggarakan PAC PDI Perjuangan Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur, Sabtu (25/7). Kegiatan tersebut menghadirkan Wasekjen DPP PDI Perjuangan Bidang Komunikasi Adian Napitupulu, Juru Bicara DPP PDI Perjuangan Seno Bagaskoro, serta tokoh PDI Perjuangan Jakarta William Yani sebagai narasumber.

Dalam sambutannya, Tri Bayu menyampaikan apresiasi kepada seluruh narasumber, jajaran pengurus partai, badan dan sayap partai, serta kader yang hadir mengikuti diskusi sebagai bagian dari refleksi sejarah perjuangan partai.

Menurutnya, tema peringatan 30 tahun Tragedi Kudatuli memiliki makna yang sangat mendalam bagi seluruh kader PDI Perjuangan karena mengingatkan bahwa partai dibangun melalui perjuangan panjang, bukan melalui jalan yang mudah.

"Partai ini bukan lahir dari kenyamanan atau komando politik yang menguntungkan. PDI Perjuangan lahir dari luka, darah, dan air mata para pejuang yang mempertahankan demokrasi," kata Tri Bayu.

Ia mengatakan Tragedi Kudatuli menjadi tonggak penting perjalanan demokrasi Indonesia sekaligus bukti bahwa tekanan dan kekerasan tidak pernah mampu mematahkan semangat perjuangan kader.

"Sejarah telah membuktikan bahwa kekerasan tidak dapat memadamkan semangat perjuangan. Justru dari berbagai tekanan itu lahir tekad yang semakin kuat untuk terus berdiri bersama rakyat," ujarnya.

Karena itu, Tri Bayu mengajak seluruh kader, khususnya di Kecamatan Ciracas, untuk menjaga persatuan dan memperkuat disiplin organisasi sebagai modal menghadapi tantangan politik ke depan.

Ia menekankan bahwa nilai-nilai perjuangan para senior harus terus diwariskan kepada generasi muda agar semangat pengabdian kepada rakyat tidak luntur oleh perubahan zaman.

"Saya mengajak seluruh kader PDI Perjuangan, khususnya di Kecamatan Ciracas, untuk terus menjaga kekompakan, memperkuat disiplin organisasi, serta selalu hadir bersama rakyat dalam setiap keadaan," tegasnya.

Menurut Tri Bayu, peringatan Kudatuli tidak hanya menjadi ajang mengenang sejarah, tetapi juga menjadi pengingat bahwa PDI Perjuangan memiliki tanggung jawab untuk terus menjaga demokrasi dan memperjuangkan kepentingan rakyat sebagaimana cita-cita yang diwariskan para pejuang partai sejak 27 Juli 1996

#30tahunkudatuli
#Diponegoro58
#PDIPerjuangan
#MegawatiSoekarnoPutri

Quote