Jakarta, Gesuri.id Sekretaris DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta Pantas Nainggolan mengingatkan bahwa pelajaran terbesar dari Peristiwa Kudatuli adalah pentingnya memastikan kekuasaan selalu dikendalikan oleh konstitusi dan supremasi hukum, bukan sebaliknya.
Pernyataan itu disampaikan dalam Pameran Foto 30 Tahun Peristiwa Kudatuli di Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (21/7).
Pantas mengatakan salah satu penyebab terjadinya Kudatuli adalah dominannya arogansi kekuasaan yang menempatkan kepentingan politik di atas hukum.
Kondisi saat itu menunjukkan kekuasaan menjadi panglima, bukan hukum. Negara hukum seperti tidak memiliki daya menghadapi arogansi kekuasaan, ujarnya.
Sebagai advokat yang terlibat langsung dalam pendampingan hukum terhadap para korban Kudatuli, Pantas mengungkapkan setelah bentrokan di kawasan Gambir sebelum Peristiwa Kudatuli, pihaknya juga mencari sejumlah aktivis yang dinyatakan hilang.