Bandung, Gesuri.id – Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Perempuan dan Anak, Bintang Puspayoga, menegaskan pelatihan Training of Trainers (ToT) Perempuan Penggerak Akar Rumput di Jawa Barat yang digelar DPD PDI Perjuangan Jawa Barat menjadi langkah strategis untuk mencetak kader-kader perempuan yang mampu menggerakkan masyarakat hingga tingkat paling bawah menjelang kontestasi politik 2029.
Kegiatan yang merupakan pelatihan keenam tersebut diikuti perwakilan dari 27 kabupaten/kota se-Jawa Barat. Peserta terdiri atas Wakil Ketua Bidang Perempuan dan Anak, kader perempuan PDI Perjuangan, serta Ketua Wanoja Perjuangan dari masing-masing daerah.
Bintang mengatakan Jawa Barat memiliki keistimewaan tersendiri karena memiliki organisasi Wanoja Perjuangan yang dinilai menjadi kekuatan penting dalam konsolidasi perempuan di akar rumput.
"Untuk pelatihan perempuan penggerak akar rumput, kita laksanakan untuk yang keenam kalinya di daerah. Hari ini saya cukup bangga karena di Jawa Barat ada yang sangat spesial, yaitu Wanoja Perjuangan. Peserta berasal dari 27 kabupaten/kota yang terdiri dari wakil ketua bidang perempuan dan anak, kader perempuan, serta Ketua Wanoja Perjuangan," ujar Bintang di Bandung, Jumat (24/7).

Ia berharap komposisi peserta yang lengkap mampu melahirkan perempuan-perempuan penggerak yang menjadi motor perjuangan partai di tengah masyarakat.
"Mudah-mudahan dengan peserta yang komprehensif ini, kita betul-betul bisa melahirkan perempuan-perempuan penggerak untuk 2029," katanya.
Bintang menjelaskan program pelatihan tersebut telah diterapkan di sejumlah daerah sebagai bagian dari penguatan kapasitas kader perempuan. Dimulai dari Bali sebagai proyek percontohan, kemudian dilanjutkan di Sulawesi Utara, DKI Jakarta, Jakarta Timur, hingga pelaksanaan tingkat nasional yang diikuti perwakilan dari 38 provinsi.
Menurutnya, setelah melahirkan para trainer di berbagai daerah, pelaksanaan pelatihan tidak lagi sepenuhnya bergantung pada DPP PDI Perjuangan.
"Kami berharap para trainer yang sudah kami lahirkan itulah yang nanti menggerakkan perempuan-perempuan penggerak akar rumput di daerah masing-masing. Tidak harus terus-menerus dari pusat yang turun," jelasnya.

Lebih lanjut, Bintang mengungkapkan pelatihan tersebut juga didukung sistem pemantauan berbasis aplikasi untuk mengawasi pelaksanaan rencana tindak lanjut para peserta setelah mengikuti pelatihan.
"Pelatihan ini memiliki aplikasi sehingga kami bisa memantau sejauh mana rencana tindak lanjut yang dilakukan para peserta. Selama ini semangat teman-teman untuk menindaklanjutinya cukup baik," tuturnya.
Sementara itu, Anggota DPRD Jawa Barat Fraksi PDI Perjuangan yang juga Wakabid Penanggulangan Bencana, Kesehatan, Perempuan dan Anak DPD PDI Perjuangan Jawa Barat Ika Siti Rahmatika menyampaikan apresiasi kepada Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Perempuan dan Anak Bintang Puspayoga atas pembinaan yang diberikan kepada kader perempuan di Jawa Barat.
Ketua Panitia ToT Perempuan Penggerak Akar Rumput PDI Perjuangan Jawa Barat itu menegaskan seluruh materi dan arahan yang diberikan dalam pelatihan akan ditindaklanjuti oleh jajaran PDI Perjuangan di Jawa Barat agar semakin banyak perempuan yang memiliki kapasitas sebagai penggerak masyarakat.
"Saya mengucapkan terima kasih kepada Ibu Bintang Puspayoga yang hari ini telah memberikan bimbingan dan arahan kepada perempuan-perempuan akar rumput di Jawa Barat. Saya percaya seluruh materi ini akan kami tindak lanjuti di Jawa Barat," kata Ika.
Menurutnya, penguatan kapasitas perempuan merupakan investasi penting karena perempuan memiliki peran strategis sebagai penopang keluarga sekaligus agen perubahan di tengah masyarakat.
"Perempuan harus kuat karena bagaimanapun perempuan adalah penopang, baik di dalam keluarga maupun di masyarakat," pungkasnya.

















































































