Yogyakarta, Gesuri.id Memperingati 30 tahun peristiwa Kerusuhan Dua Puluh Tujuh Juli (Kudatuli), DPD PDI Perjuangan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar rangkaian acara marathon dari sore hingga malam hari di halaman Kantor DPD PDI Perjuangan DIY, Jalan Tentara Rakyat Mataram, Minggu (26/7).
Kegiatan ini diawali dengan Panggung Rakyat yang menghadirkan pertunjukan seni musik, pembacaan puisi, orasi dari berbagai elemen masyarakat, serta santunan 500 paket sembako. Berlanjut hingga malam hari, digelar doa dan tahlil bersama, pertunjukan opera, penyerahan bendera merah putih kepada sejumlah elemen masyarakat, serta ditutup dengan sesi dialog sejarah bersama para saksi peristiwa 27 Juli 1996 di Yogyakarta.
Ketua DPD PDI Perjuangan DIY, Nuryadi, menyampaikan bahwa PDI dibawah kepemimpinan Megawati, mengalami tekanan dan kekerasan yang sangat kejam oleh penguasa saat itu. Dalam peristiwa Kudatuli ada yang terluka hingga terbunuh. Peristiwa Kudatuli jangan sampai terulang kembali.
Kita di Jogja suasananya saat itu sangat menegangkan, nyaris tidak bisa membedakan mana teman mana musuh. Kita di Jogja bersiaga, terjadi insiden-insiden kecil, tapi tidak separah di DPP, ungkap Nuryadi.