Situbondo, Gesuri.id — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Jawa Timur memulai rangkaian konsolidasi struktural secara maraton di kawasan Tapal Kuda, diawali dari wilayah Besuki, Kabupaten Situbondo.
Selain memperkuat mesin partai, agenda ini dipadukan dengan aksi penyaluran bantuan sosial bagi masyarakat, Jumat (18/9).
Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Deni Wicaksono, menegaskan bahwa kunjungan ke wilayah pinggiran merupakan wujud komitmen partai untuk selalu hadir dan menyatu dengan akar rumput, tidak hanya berpusat di perkotaan.
Baca: Ganjar Pranowo Sosok Pemimpin yang Disukai Semua Kalangan
"Ini menjadi momentum penting bagi kami untuk memastikan seluruh mesin partai, mulai dari tingkat DPD, DPC, PAC, hingga anak ranting, bergerak dalam satu kesatuan rasa dan visi. Kami ingin merajut silaturahmi yang erat dengan akar rumput," ujar Deni.
Rangkaian konsolidasi tersebut dijadwalkan berlanjut ke Kabupaten Banyuwangi dan wilayah lainnya secara berkesinambungan. Dalam menghadapi agenda elektoral mendatang, Deni menyatakan bahwa partainya fokus memanaskan mesin organisasi serta mengoptimalkan kerja-kerja kerakyatan.
Terkait wacana perubahan mekanisme pemilihan gubernur melalui DPRD, PDI Perjuangan mengambil sikap politik yang tegas untuk tetap mempertahankan kedaulatan rakyat secara penuh.
"Sikap kami sangat jelas dan konsisten. PDI Perjuangan tetap berada di garis depan mendukung pemilihan kepala daerah secara langsung oleh rakyat," tegas Deni.
Selain isu politik, DPD PDI Perjuangan Jatim juga berkomitmen mengawal kesejahteraan tenaga honorer, khususnya terkait desakan penyelesaian status Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu agar dapat diangkat menjadi penuh waktu melalui dukungan APBN.
Baca: Ini 5 Kutipan Inspiratif Ganjar Pranowo Tentang Anak Muda
Sementara itu, Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Situbondo, Andi Handoko, melaporkan adanya progres positif dalam restrukturisasi organisasi di tingkat lokal yang kini semakin inklusif. Ia menyebutkan bahwa struktur partai di Situbondo kini melibatkan 34 persen perempuan serta didominasi oleh generasi muda di bawah usia 35 tahun sebesar 44 persen.
Transformasi struktural yang progresif ini ditargetkan mampu mendongkrak perolehan kursi di DPRD Situbondo pada Pemilu 2029, berkaca pada pencapaian Pemilu 2024 di mana PDI Perjuangan menjadi satu-satunya fraksi di daerah tersebut yang berhasil menambah perolehan kursi.
"Target kami ke depan adalah menempatkan kader di setiap daerah pemilihan (dapil), termasuk mendorong keterwakilan perempuan yang lebih besar di parlemen. Tentu pada akhirnya, keputusan akhir dan mandat tertinggi berada di tangan rakyat sebagai pemegang kedaulatan," pungkas Andi.

















































































