Jakarta, Gesuri.id Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Reformasi Sistem Hukum Nasional Ronny Talapessy menegaskan, peringatan 30 tahun Peristiwa Kerusuhan Dua puluh Tujuh Juli (Kudatuli) bukan sekadar mengenang sejarah, melainkan menjadi pengingat agar pelanggaran terhadap demokrasi dan supremasi hukum tidak pernah terulang di Indonesia.
Hal itu disampaikan Ronny usai menghadiri Pameran 30 Tahun Kudatuli di Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (21/7) sore.
Ronny mengatakan Peristiwa Kudatuli 27 Juli 1996 merupakan bagian penting dari perjalanan sejarah PDI Perjuangan sekaligus tonggak perjuangan demokrasi nasional. Karena itu, semangat untuk mengingat sejarah harus terus diwariskan kepada generasi muda.
Peristiwa Kudatuli pada 27 Juli 1996 merupakan sejarah bagi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. Seperti pesan Bung Karno, Jasmerah, jangan sekali-kali meninggalkan sejarah, kata Ronny.
Menurutnya, tindakan represif yang terjadi pada masa Orde Baru merupakan peristiwa yang harus menjadi pelajaran agar praktik penyalahgunaan kekuasaan tidak kembali terjadi.