Jakarta, Gesuri.id — Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menegaskan pentingnya kembali menggali pemikiran dan keteladanan para pendiri bangsa dalam menghadapi tantangan Indonesia saat ini. Hal itu disampaikannya dalam Peringatan 124 Tahun Bung Hatta di Taman Makam Bung Hatta, Tanah Kusir, Jakarta Selatan, Selasa (11/8) sore.
Peringatan tersebut menjadi momentum untuk mengenang sosok Mohammad Hatta sebagai salah satu proklamator sekaligus tokoh penting dalam perjalanan sejarah kemerdekaan Indonesia. Kehadiran para peserta di pusara Bung Hatta juga menjadi ruang refleksi atas gagasan, perjuangan, dan nilai-nilai kebangsaan yang diwariskan oleh para pendiri Republik.
Dalam kesempatan tersebut, Hasto menyoroti hubungan historis antara Bung Hatta dan Bung Karno yang tidak dapat dilepaskan dari proses perjuangan menuju kemerdekaan dan pembangunan fondasi kehidupan bernegara.
“Bung Karno dan Bung Hatta adalah dwi tunggal. Ini tidak hanya realitas sejarah, tetapi juga di dalam perjuangan konsepsi tentang Indonesia Raya dan juga legacy yang dibangun oleh kedua pemimpin. Apalagi di tengah-tengah situasi ketika kita menghadapi krisis moral, krisis terkait dengan karakter sebagai bangsa untuk menentukan arah masa depan, maka sudah saatnya untuk memikirkan manifesto dwi tunggal Bung Karno dan Bung Hatta.”
Peringatan 124 Tahun Bung Hatta tidak sekadar menjadi agenda mengenang perjalanan hidup seorang tokoh bangsa. Momentum tersebut juga menjadi kesempatan untuk menempatkan kembali pemikiran Bung Hatta dalam konteks kehidupan kebangsaan hari ini.
Bung Hatta dikenal sebagai sosok yang memiliki perhatian besar terhadap demokrasi, pendidikan, ekonomi kerakyatan, serta pentingnya membangun kehidupan bernegara berdasarkan prinsip kedaulatan rakyat. Gagasan tersebut menjadi bagian dari warisan pemikiran yang terus relevan untuk dibicarakan di tengah dinamika bangsa.
Kegiatan di Taman Makam Bung Hatta berlangsung dalam suasana khidmat. Para peserta mengenang jasa dan pengabdian Bung Hatta sekaligus meneguhkan komitmen untuk menjaga nilai-nilai perjuangan yang telah diletakkan oleh para pendiri bangsa.
Peringatan tersebut juga mengingatkan bahwa kemerdekaan Indonesia bukanlah hasil perjuangan satu orang atau satu kelompok, melainkan buah dari perjalanan panjang yang melibatkan berbagai kekuatan dan pemikiran kebangsaan.
Dalam konteks itulah, Bung Karno dan Bung Hatta menempati posisi penting dalam sejarah Indonesia. Keduanya tidak hanya tercatat sebagai Proklamator Kemerdekaan, tetapi juga sebagai figur yang memberikan fondasi pemikiran mengenai arah bangsa setelah Indonesia merdeka.
Momentum 124 Tahun Bung Hatta pun diharapkan tidak berhenti pada seremoni penghormatan di makam, tetapi dapat menjadi ruang untuk kembali mempelajari gagasan para pendiri bangsa dan menerjemahkannya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Dengan demikian, warisan Bung Hatta dapat terus hidup bukan hanya sebagai catatan sejarah, melainkan sebagai sumber inspirasi bagi generasi penerus dalam menjaga persatuan, memperkuat karakter kebangsaan, serta menentukan arah masa depan Indonesia.

















































































