Mesuji, Gesuri.id Memperingati Peristiwa Kudatuli 27 Juli 1996, Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Mesuji, Desta Ardiyanto, mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menjadikan sejarah sebagai kompas dalam menjaga kualitas demokrasi di era digital.
Menurutnya, Kudatuli bukan sekadar peristiwa politik masa lalu, melainkan pengingat bahwa demokrasi selalu membutuhkan keberanian, integritas, dan kesetiaan kepada kepentingan rakyat.
Dulu demokrasi diuji oleh kekuatan yang tampak. Hari ini demokrasi diuji oleh sesuatu yang sering tidak terlihat: informasi yang menyesatkan, polarisasi, politik yang kehilangan etika, dan algoritma media sosial yang lebih sering memperkuat emosi daripada kebenaran, ujar Desta.
Baca:9 Prestasi MenterengGanjarPranowo Selama Menjabat Gubernur
Ia menilai, tantangan demokrasi saat ini jauh lebih kompleks dibanding tiga dekade lalu. Di tengah derasnya arus informasi, masyarakat dituntut semakin cerdas membedakan fakta, opini, dan propaganda.