Jakarta, Gesuri.id - PDI Perjuangan menyebut tragedi anak SD yang bunuh diri di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT)sebagai bentuk kegagalan negara dalam menyelamatkan warganya yang masuk kategori miskin ekstrem.
Ini adalah potret kegagalan negara dalam mewujudkan rasa adil dan kesejahteraan buat rakyat kecil. Kenapa demikian? Ada banyak mereka yang tidak terjaring dalam kebijakan bantuan sosial gara-gara alasan adminstrasi kependudukan, kata Ketua DPD PDI Perjuangaan Provinsi NTT Yunus Takandewa,
Baca:GanjarPranowo Tegaskan Pentingnya Integritas bagi Pemimpin
Selain itu menurut Yunus, tragedi anak SD bunuh diri mengungkapkan tabir kegagalan negara mengurus kebutuhan dasar masyarakat kecil.
Kegagalan itu terjadi di tengah berbagai program spektakuler pemerintah. Di era Presiden Prabowo Subianto, salah satu program spektakuler adalah makan bergizi gratis.