Ikuti Kami

Angie Natesha Tegaskan Kader Perempuan PDI Perjuangan Siap Jadi Motor Perubahan dari Akar Rumput

​Bagi Angie, pembekalan ini menjadi modal krusial agar kader di lapangan mampu merespons dan menjawab berbagai persoalan riil.

Angie Natesha Tegaskan Kader Perempuan PDI Perjuangan Siap Jadi Motor Perubahan dari Akar Rumput
Ketua Wanoja PDI Perjuangan Kabupaten Bandung sekaligus Anggota DPRD Kabupaten Bandung, Angie Natesha Goenadi Go.

Bandung, Gesuri.id — Kader perempuan memiliki peran strategis sebagai penggerak perubahan yang hadir langsung di tengah masyarakat. 

Perempuan tidak hanya berperan dalam membangun keluarga, melainkan juga menjadi agen pembangunan yang mampu melahirkan generasi berkualitas melalui sektor pendidikan, kesehatan, hingga pemberdayaan ekonomi.

​Hal tersebut ditegaskan oleh Ketua Wanoja PDI Perjuangan Kabupaten Bandung sekaligus Anggota DPRD Kabupaten Bandung, Angie Natesha Goenadi Go, usai menghadiri Training of Trainer (ToT) Perempuan Penggerak Akar Rumput di Hotel Horison, Bandung.

Baca: Ini Resep Ganjar Pranowo Yang Selalu Fit dan Bugar

​"Kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran sekaligus penguatan bagi kader perempuan agar semakin percaya diri dalam mengorganisasi masyarakat, mengedukasi keluarga, serta menjadi pelopor perubahan dari tingkat akar rumput," ujar Angie pada Sabtu (25/7/2026).

​Mengusung tema "Perempuan Bergerak dari Akar Rumput Memimpin Perubahan, Mewujudkan Generasi Berkualitas", pelatihan yang berlangsung pada 23–24 Juli 2026 ini diselenggarakan oleh DPD PDI Perjuangan Jawa Barat. Acara ini menjadi bentuk komitmen partai dalam memperkuat kapasitas kader perempuan di bidang sosial, ekonomi, dan politik.

​Pelatihan tingkat provinsi ini turut dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya:

- ​Bintang Puspayoga (Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Perempuan dan Anak)

- ​Ono Surono (Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat)

- ​Jajaran pengurus partai, Ketua Wanoja Perjuangan se-Jawa Barat, Wakil Ketua Bidang Perempuan dan Anak DPC kabupaten/kota, serta kader perempuan potensial dari berbagai daerah.

​Selama dua hari intensif, para peserta dibekali beragam materi strategis. Mulai dari penguatan kepemimpinan perempuan, perspektif gender, komunikasi efektif, public speaking, advokasi perlindungan perempuan dan anak, hingga strategi pemberdayaan ekonomi kerakyatan berbasis desa.

Baca: Ganjar Bangga dengan Kualitas Bahan Aspal Karya Anak Bangsa

​Bagi Angie, pembekalan ini menjadi modal krusial agar kader di lapangan mampu merespons dan menjawab berbagai persoalan riil yang dihadapi perempuan, anak, dan keluarga.

​Ia pun mendorong agar seluruh alumni ToT tidak berhenti hanya sebagai penerima materi, tetapi berlanjut menjadi pelatih (trainer) bagi kader-kader lain di wilayahnya masing-masing.

​"Harapan kami, lahir perempuan-perempuan tangguh, berdaya, dan mampu mengorganisasi masyarakat. Para peserta nantinya menjadi pelatih di daerah masing-masing sehingga semangat pemberdayaan ini menjangkau hingga tingkat desa," tegas Angie.

​Ia menambahkan, pihaknya berkomitmen penuh untuk terus memperkuat peran perempuan dalam pembangunan daerah serta mendorong lahirnya kepemimpinan perempuan yang berakar kuat di masyarakat.

Quote