Dari Kritik ke Aksi Nyata, Saat Generasi Muda yang 'Gentle' Masuki Ruang Pengambilan Keputusan

Mas Ipin: Kalau aku bisa kritik pemerintah, kenapa aku enggak masuk menjadi pemerintahan itu sendiri?
Kamis, 22 Oktober 2026 12:01 WIB Jurnalis - Syahrul Arsyad

Jakarta, Gesuri.id - Bupati Trenggalek sekaligus politisi PDI Perjuangan, Muhammad Nur Arifin atau Mas Ipin, menantang generasi muda yang lantang mengritik pemerintah di media sosial agar berani terlibat langsung dalam pemerintahan. Menurutnya, semangat perubahan tidak cukup diwujudkan melalui kritik, tetapi harus disertai tindakan nyata, kolaborasi, dan keberanian mengambil tanggung jawab demi masa depan bangsa.

Sekarang ini banyak anak muda yang sudah mulai menjadi pengamat politik yang handal, sedikit-sedikit mengkritik pemerintah, kritik ekonomi lagi sulit, ya mungkin kenyataannya seperti itu. Tapi kalau kamu memang gentle, kan negara ini bukan perkara urusannya presiden, wakil presiden, dan menteri, Kalau aku bisa kritik pemerintah, kenapa aku enggak masuk menjadi pemerintahan itu sendiri?, seru Arifin.

Mas Ipin menilai kritik terhadap persoalan ekonomi, kebijakan publik, dan kinerja pemerintah merupakan bagian penting dari kehidupan demokrasi. Namun, ia mendorong anak muda untuk tidak berhenti pada komentar dan perdebatan di ruang digital. Generasi muda perlu berani memasuki ruang pengambilan keputusan agar dapat ikut merumuskan solusi atas berbagai persoalan yang mereka soroti.

Pesan tersebut sejalan dengan semangat Merah Muda Kolaboratif, yakni mendorong generasi muda membangun kerja sama lintas latar belakang, menyatukan gagasan, dan mengubah kritik menjadi gerakan yang menghasilkan perubahan. Sementara itu, semangat Merah Muda Inklusif menekankan pentingnya membuka ruang partisipasi yang setara bagi setiap anak muda untuk berkontribusi, tanpa dibatasi latar belakang sosial maupun pengalaman.

Bagi Mas Ipin, keterlibatan anak muda bukan semata-mata soal mengejar jabatan politik. Lebih dari itu, generasi muda perlu mengambil tanggung jawab atas masa depan bangsa. Perubahan membutuhkan bukan hanya mereka yang mampu menunjukkan kekurangan, tetapi juga orang-orang yang bersedia bekerja bersama untuk memperbaikinya.

Baca juga :