Jakarta, Gesuri.id -Kader muda PDI Perjuangan sekaligus Koordinator Bidang Pendidikan Arus Muda Relawan Perjuangan Demokrasi (Repdem), Azhar P. Dedytama, menilai persiapan generasi muda menjadi pemimpin masa depan harus dilakukan sejak dini melalui pendidikan, pengalaman berorganisasi, kolaborasi, dan pemberian ruang partisipasi yang nyata.
Kepemimpinan tidak lahir hanya dari satu organisasi, satu komunitas, atau satu latar belakang. Kepemimpinan tumbuh melalui proses belajar, pengalaman, keberanian mengambil tanggung jawab, dan kesediaan untuk bekerja sama dengan orang-orang yang memiliki perspektif berbeda, ujar Azhar.
Menurut dia, keberagaman yang dimiliki Indonesia seharusnya menjadi kekuatan bagi generasi muda untuk membangun kolaborasi, bukan menjadi alasan untuk menciptakan sekat. Karena itu, organisasi kepemudaan, komunitas sosial, pelajar, mahasiswa, hingga kelompok wirausaha muda perlu memperkuat kerja sama yang menghasilkan gagasan dan kerja nyata bagi masyarakat.
Azhar menilai ruang pertemuan dan kolaborasi antargenerasi muda memiliki peran penting dalam membentuk karakter kepemimpinan. Salah satunya melalui kegiatan Merah Muda Visioner yang dinilai dapat menjadi ruang bagi anak muda untuk bertukar gagasan, memperluas wawasan, dan membangun kesadaran mengenai tanggung jawab terhadap masa depan bangsa.
Dalam konteks ini, kegiatan seperti Merah Muda Visioner menjadi kesempatan bagi anak muda untuk bertukar gagasan, memperluas wawasan, serta membangun kesadaran bahwa masa depan bangsa merupakan tanggung jawab bersama, katanya.