Kisah Dokter Diaspora Mengabdi di Sumatra Bersama PDIP: Dari Minim Sinyal hingga Trauma Healing

Kisah Dokter Diaspora: Terobos Kendala Birokrasi demi Misi Kemanusiaan di Sumatra.
Jum'at, 13 Februari 2026 23:08 WIB Jurnalis - Nurfahmi Budi Prasetyo

Jakarta, Gesuri.id Semangat pengabdian bagi negeri memanggil para dokter diaspora untuk turun langsung ke daerah terdampak bencana di Sumatra. Melalui payung kemanusiaan PDI Perjuangan (PDIP), para praktisi medis lintas negara ini menemukan ruang untuk berkontribusi bagi tanah air di tengah sulitnya birokrasi lembaga formal.

Kisah inspiratif ini terungkap dalam acara Pemberian Apresiasi Atas Dedikasi dan Pengabdian Relawan Kesehatan di Sekolah Partai, Lenteng Agung, Jakarta, Jumat (13/2/2026). Acara ini dihadiri oleh jajaran DPP PDIP seperti Hasto Kristiyanto, Ribka Tjiptaning, Sri Rahayu, dan Wiryanti Sukamdani.

Terobos Sekat Birokrasi dan Almamater

dr. Adi Putra Korompis, salah satu dokter diaspora, mengungkapkan bahwa keinginan para dokter di luar negeri untuk membantu bencana seringkali terbentur minimnya koneksi dan sistem filter lembaga yang mengutamakan kelompok atau almamater tertentu.

Kami mencoba mendekati berbagai lembaga untuk bekerja sama, namun seringkali ada hambatan. Di PDIP, kami diberikan kesempatan bahkan kuota yang sangat besar untuk langsung terjun ke lapangan. Ada kesamaan semangat perjuangan dan identitas sebagai Indonesia di sini, cerita dr. Adi.

Baca juga :