Ikuti Kami

PDI Perjuangan Sampaikan Duka Cita atas Wafatnya Birute Galdikas, “Ibu Orang Utan Kalimantan”

Perjuangan Birute Galdikas dalam menyelamatkan dan mengembalikan orang utan ke habitat alaminya telah memberikan dampak besar

PDI Perjuangan Sampaikan Duka Cita atas Wafatnya Birute Galdikas, “Ibu Orang Utan Kalimantan”
Birutė Marija Filomena Galdikas, adalah ahli primatologi, aktivis pelestarian alam, dan penulis dari beberapa buku mengenai ancaman kepunahan orangutan khususnya orangutan Kalimantan - Foto: Betahita.id

Jakarta, Gesuri.id – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya ilmuwan dan konservasionis dunia, Prof. Birute Mary Galdikas, yang dikenal luas sebagai “Ibu Orang Utan Kalimantan”. Ucapan belasungkawa tersebut disampaikan melalui surat resmi DPP PDI Perjuangan tertanggal 7 April 2026.

Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Kehutanan dan Lingkungan Hidup Eriko Sotarduga menyatakan bahwa kepergian Birute Galdikas merupakan kehilangan besar, tidak hanya bagi keluarga dan Orangutan Foundation International, tetapi juga bagi masyarakat dunia, khususnya Indonesia.

“Dedikasi, pengabdian, dan kontribusi beliau selama lebih dari lima dekade dalam upaya pelestarian orang utan serta perlindungan ekosistem hutan tropis, khususnya di Kalimantan, merupakan teladan luhur yang akan selalu dikenang,” ujar Eriko.

Senada dengan itu, Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, menegaskan bahwa perjuangan Birute Galdikas dalam menyelamatkan dan mengembalikan orang utan ke habitat alaminya telah memberikan dampak besar bagi keberlanjutan keanekaragaman hayati dunia.

“Komitmen beliau dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup telah menjadi inspirasi bagi generasi penerus dalam menjaga bumi dan seluruh isinya,” kata Hasto.

Dikenal sebagai ilmuwan terkemuka dunia, Birute Galdikas telah mendedikasikan lebih dari 55 tahun hidupnya untuk penelitian dan konservasi orang utan. Perjuangannya juga turut mengantarkan kawasan Tanjung Puting di Kalimantan menjadi taman nasional seluas lebih dari 415 ribu hektare, yang kini menjadi salah satu pusat konservasi dan ekowisata terkenal di dunia.

Sepanjang hidupnya, Birute juga dikenal gigih melawan kanker paru-paru dan fibrosis paru, kondisi yang diduga diperparah oleh keterlibatannya dalam upaya memerangi kebakaran hutan yang merusak habitat orang utan.

Atas jasa-jasanya, ia menerima berbagai penghargaan bergengsi, termasuk Kalpataru dari Pemerintah Indonesia pada 1997, serta sejumlah penghargaan internasional seperti The Explorers Club Medal, Order of Canada, hingga Tyler Prize for Environmental Achievement.

DPP PDI Perjuangan turut mendoakan agar almarhumah mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan.

“Warisan nilai dan kerja keras beliau akan terus menjadi inspirasi bagi kita semua dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup dan keanekaragaman hayati Indonesia,” tutup Hasto.

Selamat jalan menuju keabadian, Birute Galdikas—jasamu bagi bumi dan kemanusiaan akan selalu abadi.

 

Quote