Makassar, Gesuri.id -Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Sulawesi Selatan Bidang Ekonomi Kreatif dan Digital, Erika Tansil, S.H., M.H., mengajak generasi muda menjadikan momentum Hari Sumpah Pemuda 2026 sebagai dorongan untuk memperkuat kemandirian ekonomi, mengembangkan kewirausahaan, dan menciptakan lapangan kerja. Ia menilai, pemuda perlu mengambil peran aktif dalam mengembangkan potensi ekonomi daerah melalui inovasi, pemanfaatan teknologi digital, dan kolaborasi lintas sektor.
Sumpah Pemuda bukan sekadar peristiwa sejarah yang kita kenang setiap tanggal 28 Oktober. Ia adalah janji kebangsaan yang harus terus kita hidupkan melalui karya, keberanian, dan kontribusi nyata bagi masa depan Indonesia, kata Erika, pada Rabu (21/10/2026).
Menurut Erika, tantangan generasi muda saat ini tidak lagi sebatas memperjuangkan kemerdekaan, tetapi juga membangun perekonomian yang mandiri, menciptakan peluang kerja, mengembangkan usaha berbasis teknologi, dan memperluas pemerataan kesejahteraan hingga ke daerah.
Pemuda Indonesia tidak boleh hanya menjadi penonton dalam pertumbuhan ekonomi. Pemuda harus menjadi pencipta peluang, penggerak inovasi, dan pemilik masa depan, tegasnya.
Erika menilai, Indonesia memiliki potensi besar melalui jumlah generasi muda dan perkembangan sektor ekonomi kreatif. Ia merujuk pada data Badan Pusat Statistik (BPS) yang disebutkan dalam tulisannya, yakni jumlah tenaga kerja ekonomi kreatif pada 2025 mencapai 27,4 juta orang atau sekitar 18,70 persen dari total tenaga kerja nasional.