Puan Maharani: Pemuda Perlu Berpikir Kritis, Membedakan Fakta dari Manipulasi dan Bahaya Hoaks

Pemuda tidak cukup hanya menjadi penerima informasi atau pengguna teknologi.
Minggu, 08 November 2026 18:04 WIB Jurnalis - Effatha Gloria V.G. Tamburian

Jakarta, Gesuri.id - Ketua DPR RI Puan Maharani menyampaikan pesan mendalam agar generasi muda berani memperjuangkan keadilan, menegakkan kebenaran, serta menjadi agen perubahan di tengah dinamika zaman.

Pemuda tidak cukup hanya menjadi penerima informasi atau pengguna teknologi. Pemuda perlu memiliki kemampuan berpikir kritis untuk membedakan fakta dari manipulasi serta bahaya hoaks berbasis kecerdasan buatan (AI), ujar Puan saat menghadiri pembukaan Konsultasi Nasional Pemuda Gereja di Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Manado, Sulawesi Utara, dikutip Minggu (8/11/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Puan menggarisbawahi pentingnya menjaga harmoni dalam keberagaman sebagai pilar Bhinneka Tunggal Ika.

Menyinggung momentum Sumpah Pemuda, ia mengingatkan bahwa perubahan besar dalam sejarah bangsa selalu dihela oleh keberanian generasi muda.

Mengangkat tema kegiatan Hiduplah Sebagai Terang yang Membuahkan Kebaikan, Keadilan, dan Kebenaran, Puan menekankan bahwa nilai-nilai keimanan dan falsafah daerah seperti Si Tou Timou Tumou Tou harus diwujudkan melalui aksi nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat yang membutuhkan.

Baca juga :