Jakarta, Gesuri.id -Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Rokhmin Dahuri, menyebut revitalisasi tambak udang windu di Aceh, khususnya di wilayah Pidie Jaya dan Aceh Timur, berhasil mengembalikan kejayaan komoditas unggulan daerah berbasis kearifan lokal dan layak menjadi contoh nasional dalam pembangunan perikanan budidaya berkelanjutan.
Di Aceh, khususnya Pidie Jaya dan Aceh Timur, revitalisasi tambak udang windu berbasis kearifan lokal berhasil mengembalikan kejayaan komoditas unggulan daerah, ujar Prof. Rokhmin, dikutip Senin (25/5/2026).
Menurutnya, pola pengelolaan tambak berbasis traditional plus yang diterapkan di Aceh mampu menjaga produktivitas tambak tetap stabil, menghasilkan kualitas ekspor yang diminati pasar internasional, sekaligus tetap memperhatikan keberlanjutan ekosistem mangrove di kawasan pesisir.
Dalam rapat tersebut, Prof. Rokhmin juga menyoroti pentingnya pembangunan sektor kelautan dan perikanan yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi dan penerimaan negara, tetapi juga memperhatikan aspek kesejahteraan nelayan dan pembudidaya serta keberlanjutan lingkungan.
Ia mengacu pada standar FAO 1995 yang menekankan bahwa indikator pembangunan kelautan dan perikanan harus mencakup tiga dimensi utama, yakni ekonomi, sosial, dan ekologi.