Jakarta, Gesuri.id -Kader Muda PDI Perjuangan, Jonathan Dwi Saputra Tumanggor, S. Sos., menegaskan bahwa Sumpah Pemuda bukan sekadar peristiwa sejarah yang diperingati setiap 28 Oktober, melainkan pengingat akan pentingnya persatuan dan keberanian generasi muda dalam memperjuangkan masa depan bangsa.
Menurut Jonathan, semangat Sumpah Pemuda yang lahir dari kesadaran untuk melampaui perbedaan suku, agama, dan golongan harus terus dihidupkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Para pemuda pada masa perjuangan telah menunjukkan bahwa cita-cita besar bangsa hanya dapat diwujudkan melalui persatuan dan kepentingan bersama.
Ia menilai, semangat tersebut tidak boleh berhenti sebagai slogan dalam upacara peringatan atau sekadar menjadi ungkapan di media sosial. Sebaliknya, generasi muda harus mampu menerjemahkan nilai-nilai Sumpah Pemuda ke dalam tindakan nyata, termasuk dengan berani bersikap kritis terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
Sejumlah persoalan yang perlu mendapat perhatian serius, kata Jonathan, antara lain ketimpangan sosial, belum meratanya akses pendidikan, kasus dugaan keracunan massal dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), dugaan pemberian fasilitas mewah kepada narapidana di dalam lembaga pemasyarakatan, hingga lambannya penanganan bencana di Sumatera serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di enam provinsi.
Menurutnya, berbagai persoalan tersebut tidak boleh diabaikan karena menyangkut kepentingan dan kesejahteraan masyarakat. Pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan perlu memastikan bahwa setiap persoalan ditangani secara serius, transparan, dan berorientasi pada penyelesaian yang nyata.