Wayan Sudirta: Pers Saat Ini Hadapi Tantangan Serius Kepungan Medsos, Algoritma Digital, dan Budaya Clickbait

Pers adalah jantung republik, jika ia berdetak dengan jujur, maka sehatlah bangsa ini.
Minggu, 08 Februari 2026 22:01 WIB Jurnalis - Effatha Gloria V.G. Tamburian

Jakarta, Gesuri.id -Anggota Komisi III DPR RI I Wayan Sudirta menegaskanpers merupakan pilar utama penjaga muruah konstitusi dan nilai-nilai Pancasila dalam peringatan Hari Pers Nasional (HPN) yang diperingati setiap 9 Februari.

Ia menilai, pers bukan sekadar institusi penyampai informasi, melainkan napas demokrasi yang menghidupkan perjalanan bangsa sejak masa perjuangan hingga era reformasi.

Pers adalah salah satu alat perjuangan nasional... Pers harus membangkitkan keberanian, pers harus menanamkan kepercayaan pada diri sendiri, pers harus memupuk persatuan.

Menurut Sudirta, secara historis pers Indonesia lahir dari rahim perlawanan terhadap kolonialisme. Sejak era Medan Prijaji hingga masa perjuangan kemerdekaan, pers menjadi medium strategis untuk membangkitkan kesadaran nasional dan memperjuangkan kedaulatan rakyat. Ia menyebut, tinta para jurnalis di masa itu menjadi darah perjuangan yang menghidupkan nadi kemerdekaan.

Secara yuridis, lanjutnya, keberadaan pers memiliki legitimasi kuat dalam Pasal 28F UUD NRI Tahun 1945 yang menjamin hak setiap orang untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi. Pasca reformasi, lahirnya UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers menjadi tonggak penting yang menjamin kemerdekaan pers sebagai hak asasi warga negara.

Baca juga :