Generasi Muda Didorong Terlibat dalam Politik untuk Menentukan Masa Depan Bangsa

Oleh: Anggota Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Rio Dondokambey.
Selasa, 03 November 2026 11:02 WIB Jurnalis - Kristin Tambunan

Jakarta,, Gesuri.id Keterlibatan generasi muda dalam kehidupan politik dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan arah pembangunan dan masa depan Indonesia. Anak muda tidak hanya diharapkan menjadi penerus bangsa, tetapi juga perlu mengambil peran aktif dalam menyampaikan aspirasi, mengawal kebijakan, serta mendorong perubahan di berbagai sektor.

Selama ini, sebagian generasi muda masih memandang politik sebagai urusan elite yang jauh dari kehidupan sehari-hari. Padahal, berbagai keputusan politik memiliki pengaruh langsung terhadap kesempatan memperoleh pekerjaan, akses pendidikan, hingga peluang mengembangkan usaha.

Tantangan tersebut semakin relevan jika melihat kondisi ketenagakerjaan generasi muda di Indonesia. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), proporsi pemuda yang tidak bekerja, tidak sedang menempuh pendidikan, dan tidak mengikuti pelatihan atau not in employment, education, or training (NEET) mencapai 20,31 persen pada 2025.

Kondisi ini menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi perlu diiringi dengan pemerataan kesempatan. Generasi muda membutuhkan akses yang lebih luas terhadap lapangan pekerjaan, pendidikan berkualitas, serta pelatihan keterampilan yang sesuai dengan perkembangan zaman.

Berdasarkan data BPS tahun 2025, jumlah penduduk berusia 1630 tahun mencapai 64,5 juta jiwa. Besarnya populasi usia muda tersebut menjadi peluang bagi Indonesia untuk memanfaatkan bonus demografi. Namun, apabila tidak dikelola secara tepat, kondisi tersebut juga berpotensi meningkatkan persoalan sosial, seperti pengangguran dan kemiskinan.

Baca juga :