Temanggung, Gesuri.id – Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, H. Wibowo Prasetyo, mengajak Barisan Ansor Serbaguna (Banser) untuk memperluas medan pengabdian dengan memanfaatkan perkembangan teknologi digital.
Menurutnya, ruang digital kini menjadi medan perjuangan baru dalam menjalankan khidmah kepada agama, bangsa, dan masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Wibowo saat menghadiri Pendidikan dan Pelatihan Khusus (Diklatsus) Balantas, Basada, dan Protokoler Satkorwil Banser Jawa Tengah di kompleks Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Temanggung, Jumat (30/10/2026).
Kegiatan tersebut diikuti ratusan kader Banser dari berbagai daerah di Jawa Tengah. Sejumlah tokoh turut hadir, di antaranya Bupati Temanggung Agus Setyawan, Kepala Satkorwil Banser Jawa Tengah M. Aziel Masykur, Ketua Yayasan INISNU Temanggung Nur Makhsun, Sekretaris PCNU Kabupaten Temanggung H. Sukron, perwakilan Polres Temanggung, serta Ketua PC GP Ansor Temanggung Isro Agus Pamungkas beserta jajaran pengurus.
Baca: Inilah Profil dan Biodata Ganjar Pranowo
Wibowo menilai, perkembangan teknologi yang semakin pesat menuntut Banser untuk terus meningkatkan kapasitas diri. Tidak hanya dari sisi keterampilan teknis dan profesionalisme dalam menjalankan tugas di lapangan, tetapi juga kemampuan memanfaatkan teknologi digital secara bijak dan produktif.
Menurutnya, Banser selama ini telah dikenal sebagai organisasi yang memiliki loyalitas, kedisiplinan, dan semangat pengabdian tinggi. Namun, perubahan zaman mengharuskan organisasi tersebut mampu menyesuaikan diri dengan berbagai tantangan baru.
“Banser harus adaptif terhadap perkembangan teknologi digital yang bergerak sangat cepat. Dunia digital harus menjadi medan perjuangan baru bagi Banser dalam berkhidmah. Pengabdian kepada agama, bangsa, dan masyarakat sekarang tidak hanya berlangsung di lapangan, tetapi juga di ruang digital,” tegas Wibowo.
Anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Jawa Tengah VI yang meliputi Kota dan Kabupaten Magelang, Temanggung, Wonosobo, serta Purworejo itu menjelaskan bahwa pemanfaatan teknologi digital dapat memperluas jangkauan pengabdian Banser.
Sejumlah bidang yang dapat dikembangkan antara lain penguatan komunikasi organisasi, penyebaran informasi positif, edukasi masyarakat, serta peningkatan koordinasi dalam kegiatan sosial dan penanganan bencana.
Ia mencontohkan, dalam situasi kebencanaan, teknologi digital dapat membantu mempercepat penyampaian informasi, memetakan kebutuhan masyarakat terdampak, mengoordinasikan relawan, hingga memperlancar distribusi bantuan.
Hal serupa juga berlaku dalam kegiatan sosial kemasyarakatan. Melalui pemanfaatan teknologi, Banser dapat membangun jaringan komunikasi dan kolaborasi yang lebih luas sehingga kegiatan pengabdian berjalan lebih efektif.
“Kalau dahulu perjuangan lebih banyak dilakukan melalui kehadiran fisik di tengah masyarakat, sekarang ada ruang pengabdian baru yang tidak kalah penting. Banser harus hadir di dunia digital, menyebarkan nilai-nilai Islam yang moderat, menjaga persatuan, menangkal disinformasi, dan membangun kesadaran kebangsaan,” ujarnya.
Meski demikian, Wibowo mengingatkan bahwa perkembangan ruang digital juga membawa sejumlah tantangan. Penyebaran berita bohong atau hoaks, ujaran kebencian, intoleransi, dan polarisasi sosial menjadi persoalan yang perlu diantisipasi bersama.
Oleh karena itu, kader Banser perlu memiliki kemampuan literasi digital agar tidak mudah terpengaruh informasi yang menyesatkan serta mampu menggunakan teknologi secara kritis, produktif, dan bertanggung jawab.
Ia juga menegaskan bahwa penguasaan teknologi harus tetap diimbangi dengan karakter dan jati diri Banser sebagai organisasi yang mengedepankan kedisiplinan, kesantunan, serta kepedulian terhadap masyarakat.
“Banser harus kuat secara organisasi, terampil di lapangan, cakap dalam teknologi, dan tetap humanis dalam pelayanan. Ketegasan tidak boleh berubah menjadi arogansi. Banser yang profesional bukanlah yang ditakuti masyarakat, melainkan yang dipercaya karena pengabdiannya,” tandasnya.
Sementara itu, Bupati Temanggung Agus Setyawan mengapresiasi pelaksanaan Diklatsus Banser Jawa Tengah yang diselenggarakan di Kabupaten Temanggung. Ia menilai peningkatan kapasitas kader organisasi kemasyarakatan menjadi langkah penting dalam memperkuat partisipasi masyarakat untuk menjaga ketertiban dan membantu menyelesaikan berbagai persoalan sosial.
Agus mengatakan, Banser memiliki pengalaman panjang dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan. Melalui pendidikan serta pelatihan yang terarah, kemampuan para kader diharapkan semakin meningkat sehingga dapat mendukung program pemerintah daerah dan memperkuat sinergi dengan berbagai unsur terkait.
“Banser memiliki potensi besar untuk membantu masyarakat, termasuk dalam kegiatan sosial, kebencanaan, dan menjaga ketertiban. Melalui pelatihan ini, kami berharap kemampuan para kader semakin meningkat sehingga pengabdiannya semakin dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Senada dengan Wibowo, Kepala Satkorwil Banser Jawa Tengah M. Aziel Masykur juga menilai pemanfaatan teknologi digital perlu menjadi bagian dari pengembangan kapasitas kader Banser.
Ia menyatakan, pihaknya berencana menambah materi dan pelatihan digital untuk meningkatkan kemampuan kader dalam menghadapi perkembangan teknologi.
Menurut Aziel, Diklatsus merupakan bagian dari upaya membentuk kader yang memiliki keterampilan khusus, disiplin, berintegritas, dan siap menjalankan tugas pengabdian.
Ia menegaskan bahwa loyalitas terhadap organisasi harus berjalan beriringan dengan peningkatan kompetensi dan tanggung jawab.
“Banser harus mampu menunjukkan bahwa pengabdian kepada organisasi, ulama, dan masyarakat diwujudkan melalui kerja nyata. Pendidikan dan pelatihan menjadi sarana untuk menyiapkan kader yang memiliki keterampilan dan kesiapan menjalankan tugas,” katanya.
Dukungan terhadap kegiatan tersebut juga disampaikan Ketua Yayasan INISNU Temanggung Nur Makhsun. Ia menyambut baik penyelenggaraan Diklatsus di lingkungan kampus INISNU dan menilai kolaborasi antara lembaga pendidikan dengan organisasi kepemudaan memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Baca: 9 Prestasi Mentereng Ganjar Pranowo Selama Menjabat Gubernur
Menurutnya, pendidikan tidak hanya diperoleh melalui kegiatan akademik, tetapi juga dapat dikembangkan melalui pelatihan keterampilan, pembentukan karakter, dan peningkatan kepedulian sosial.
“Kami berharap pelatihan ini memberikan manfaat nyata bagi peserta, sekaligus memperkuat semangat pengabdian kepada masyarakat. INISNU terbuka untuk kegiatan pendidikan dan pengembangan kapasitas masyarakat,” ungkapnya.
Melalui penyelenggaraan Diklatsus Balantas, Basada, dan Protokoler tersebut, Banser Jawa Tengah diharapkan mampu melahirkan kader-kader yang semakin profesional, terampil, dan memiliki integritas dalam menjalankan tugas.
Selain memperkuat kemampuan teknis di lapangan, para kader juga diharapkan mampu mengoptimalkan teknologi digital sebagai sarana memperluas pengabdian, menjaga persatuan, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

















































































